Kompas.com - 30/06/2014, 07:40 WIB
Toyota siap menutup pabrik perakitannya di Australia mulai 2017. www.caradvice.com.auToyota siap menutup pabrik perakitannya di Australia mulai 2017.
|
EditorAris F. Harvenda
Sydney, KompasOtomotif– Industri otomotif di Australia sedang sekarat, tiga manufaktur besar pun merana. Sepanjang tahun keuangan lalu, Holden telah melaporkan kerugian 552,8 juta dollar Australia (AUD), Ford 267 juta AUD, dan Toyota yang baru saja mengumumkan kehilangan 437 juta AUD.

Toyota dan Holden menciptakan rekor, kerugian terbesar sepanjang sejarah otomotif masing-masing di Negeri Kanguru. Sementara buat Ford catatan buruk itu berada di peringkat kedua.

Presiden Toyota Australia Dave Buttner mengungkapkan, perusahaan sebenarnya telah mendapatkan hal positif, yakni bisa mengurangi biaya produksi dan mengamankan investasi produksi lokal Camry facelift. Namun kebanyakan kerugian Toyota di berbagai area tidak dapat diselamatkan.

“Terlalu banyak faktor eksternal di luar kontrol kami yang membuat keadaan tidak stabil untuk lanjut membuat mobil dan mesin di Australia dalam jangka menengah ataupun panjang di masa depan,” ucap Buttner kepada The Motor Report, pekan lalu.

Pekerja
Lebih lanjut ia mengatakan, dampak kerugian kini menggeser fokus untuk mendukung para pekerja. Toyota harus menggelontorkan dana 889 juta AUD untuk menjalankan operasi pada 2013. Angka itu termasuk 505 juta AUD untuk aset dan 384 juta AUD buat paket redundancy para pekerja.

Bila bukan karena hal tersebut, Toyota Australia bisa saja tetap “on track” dan meraup keuntungan 266 juta AUD. “Toyota tetap pemimpin pasar pada 2013 untuk kesebelas kalinya berurutan. Dipimpin oleh sedan Corolla –model terlaris di Australia 2013- termasuk Hilux dan Camry rakitan lokal,” kata Buttner.

Produksi lokal masih terus berlanjut, Toyota juga masih menjalankan program ekspor. Sebanyak 67.000 unit kendaraan akan diekspor ke Timur Tengah, Selandia Baru, dan kepulauan pasifik selatan. Toyota Australia kini memiliki 3.900 pekerja, sekitar 2.500 di antaranya akan kehilangan pekerjaan sebelum produksi lokal berakhir pada 2017.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X