Kompas.com - 17/06/2014, 16:45 WIB
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif - Hampir sebulan lalu, ajang Auto Aftermarket Industry and Tuning Trade Fair, (21-23 /5/2014), berakhir dengan rasa bangga, yang menyelimuti semua peserta yang terlibat. Museum Rekor-Dunia Indonesia mengganjar Kia Mobil Indonesia (KMI), Auto Euro Indonesia (AEI) – ATPM Renault- dan rumah modifikasi Signal Kustom dengan gelar “Modifikasi Mobil Secara Terbuka Pertama Selama 3 Hari”.

Hasilnya ada dua, Kia Rio dan Renault Duster. Keduanya dipermak dari tipe standar, menjadi lebih berkarakter hanya dalam waktu kurang dari 72 jam. Sebelumnya KompasOtomotif telah mengulas berbagai ubahan pada hatchback Rio, kini giliran mengupas SUV Duster.

Febri Ardani Tampak belakang.

Sporty ramah lingkungan
Andre Mulyadi, pentolan Signal Kustom, mengatakan, di kabin konsep ubahan mengarah ke gaya sporty, tapi di luar mengusung tema ramah lingkungan. Memang sengaja dibiarkan “bertabrakan” agar menghasilkan nuansa yang berbeda.

Febri Ardani Wajah depan dirombak jadi sangat berbeda.

“Operasi plastik” pada Duster menyingkirkan wajah lama. Meski terlihat sedikit “nyeleneh”, tidak ada satu pun struktur yang berubah.  Mata menyipit, seperti tersembunyi di dalam di ujung gril yang mengotak. Lampu sein sekarang berperan sebagai alis. Mimik rupanya memang agak sukar diterima banyak orang, tapi setidaknya bisa dimaklumi Ario Soerjo, Kepala Divisi Penjualan dan Pemasaran AEI. “Saya suka bagian grilnya,” kata Ario usai penyerahan rekor MURI.

Jubah baru melingkar di sekujur tubuh. Bagian depan, samping, dan belakang, dibuat custom dari desain tangan Andre. Secara keseluruhan tampilannya lebih kekar dan membulat.  Cat asli berwarna putih dihiasi guratan airbrush bertemakan Go Green. Tapi di bagian belakang, knalpot stereo ganda mencuat dari bemper.

Febri Ardani Nuansa dalam kabin kontras dengan eksterior.

Mencolok
Merasakan jadi penumpang, transisi nuansa langsung terasa. Kombinasi racikan bahan dan warna pelapis warna merah di atas hitam “mencolok” mata, kontras dari warna putih-hijau di bagian luar. Teknis pengerjaan rapi, patut diacungi jempol. Hampir semua bagian dikuliti lalu dilapisi ulang. Mesti diingat lagi, seluruh pekerjaan ini dilakukan di bawah tiga hari.

Febri Ardani Sistem audio menggunakan produk terbaik.

Seting audio juga apik. Bagasi beralih fungsi menjadi rumah buat sepaket perangkat audio. Bukan sekedar kosmetik, tapi hasil suaranya bisa jadi berkualitas wahid, pasalnya barang-barang yang digunakan tipe tertinggi dari jenisnya.

Febri Ardani Mulai pengerjaan eksterior.

“Ini menandakan SUV juga bisa didandanin dengan keren walaupun cuma tiga hari. Kita akui memang kami (Renault) bukan merek mainstream di Indonesia, tapi hal ini membuktikan juga Duster bisa diaplikasikan ke macam-macam gaya modifikasi, terutama karena orang Indonesia suka sekali modifikasi,” ujar Ario.

Ia juga mengatakan, sekarang sedang dipikirkan memproduksi sebagian dari hasil ubahan pada Duster menjadi aksesori. Tapi bukan langsung dari AEI, melainkan untuk tambahan penyegaran pilihan di dealer Renault. Sama seperti Kia Rio, Ario juga tidak menutupi bila ada orang yang ingin membeli Duster ini, hanya saja harganya masih abu-abu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.