Honda MegaPro FI ”Adventure” Semakin Macho

Kompas.com - 29/01/2014, 16:23 WIB
Tampang asli yang sudah macho semakin kekar dengan aliran Donny AprilianandaTampang asli yang sudah macho semakin kekar dengan aliran "adventure".
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Honda New MegaPro FI dilahirkan sebagai sepeda motor sport medium dengan karakter macho-masculline, lebih cocok dipakai untuk penggunaan sehari-hari sekaligus touring. Ternyata, potensinya lebih dari itu. Baru Motor Sport (BMS) berhasil menaikkan kelasnya menjadi tunggangan adventure!

Tampang gagah semakin macho dengan tongkrongan lebih tinggi dan kekar. Semua berkat kaki-kaki limbahan moge. ”MegaPro punya karakter dasar yang gagah, jadi untuk membuat jadi sepeda motor petualangan tidaklah sulit, asal menemukan komponen yang pas,” tutur Ariawan Wijaya, punggawa BMS.

Donny Apriliananda Boks penyimpanan barang membuat kodratnya sebagai motor touring semakin kental.

Karakter baru itu diimplementasikan dengan pemasagan sok depan upside down (model terbalik) merek Equinox dari Taiwan. Sementara lengan ayun dan monosok belakang pakai kepunyaan CBR600R. Semakin lengkap dengan pelek CBR250R yang dibalut ban all-terrain dari Avon, 130/80-17 depan dan 160/70-17 belakang.

Tinggi
Dengan begitu, ground clearance semakin tinggi. Ari mengatakan, tidak mengukur secara detail. Dia hanya menggambarkan bahwa tinggi sok belakang 340mm kini menjadi 360mm, atau naik 20mm. ”Sudah cukup untuk dipakai petualang. Secara keseluruhan lebih tinggi, mirip standar sepeda motor jenis supermoto,” terangnya.

Donny Apriliananda Kaki-kaki semakin gagah diambil dari limbahan moge.

Setelah kaki-kaki cukup kuat, giliran aksesori pendukung yang bermain. Setang asli dicopot lalu diganti dengan merek Probiker khusus adventure. Agar mesin tetap aman dari goresan, diciptakan pelindung mesin bagian bawah secara custom dari BMS. Begitu juga rangka tubular yang melindungi blok mesin.

Demi penampilan, tampang depan ditata ulang. Lampu diganti model proyektor dari 9Power, dipadu tameng angin yang diambilkan dari Honda CS1. Handgrip KTC serta handguard Acerbis semakin memperkuat sosoknya seperti sebagai sepeda motor penjelajah. Tangki masih standar, tapi diberi aksesori tutup driven CBR1000R.

Donny Apriliananda Aksesori pendukung petualangan, melengkapi modifikasi.

Aksesori
Mesin standar bawaan pabrik, hanya knalpot diganti merek Yoshimura dari AS untuk menaikkan sedikit tenaga. Tentu hal ini dilakukan dengan penyetelan ulang pada sistem komputerisasi. Tak hanya mendongkrak performa, tetapi juga penampilan. Pengurang laju lebih pakem oleh master rem Nissin dan cakram depan KTC.

Tak lupa, aksesori boks GIVI V35 plus bracket dipasang untuk penyimpanan barang selama touring. Terdapat casing Capdase untuk meletakkan peranti navigasi di setang. Jok dibuat custom dengan palpis semi sintetis MB-Tech. Ditambahkan busa sebagai pemisah antara pengendara dan boncenger. Body dilabur cat abu-abu dof, dikombinasi cutting stiker oranye dan hitam.

Untuk menaikkan kelas dari penampilan standar menjadi model petualang, siapkan biaya kurang lebih Rp 45 juta. Secara penampilan, tak perlu beli sepeda motor tipe adventure yang sangat mahal.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X