Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Honda Kebut Produksi Sepeda Motor 4 Juta Unit Per Tahun

Kompas.com - 19/07/2010, 08:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Produsen sepeda motor Honda di Indonesia, PT Astra Honda Motor, yakin mampu mengungguli Yamaha dalam persaingan penjualan. Pasalnya, PT Astra Honda Motor atau AHM kembali berencana meningkatkan kapasitas produksi menjadi 4 juta unit dari sebelumnya 3,5 juta unit. Tujuannya agar permintaan konsumen cepat dipenuhi.

Yamaha juga sudah mengumumkan akan menaikkan kapasitas produksi dari 3 juta menjadi 3,6 juta unit. Langkah ini efektif berjalan mulai tahun depan.

Informasi tersebut diperoleh dari Panggah Susanto, Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan Kementerian Perindustrian, pekan lalu. "Ya, mereka (AHM) sudah melapor dan akan menaikkan kapasitas menjadi 4 juta unit. Katanya tahun ini sudah mulai," ungkap Panggah.

Dijelaskan, pasar sepeda motor nasional tahun ini tembus 7 juta unit. Lonjakan juga diperkirakan akan masih terjadi pada 2011. "Kalau tak menambah kapasitas, mereka bisa kehilangan pasar. Investasi sampai 50 juta dollar AS (sekitar Rp 451,6 miliar)," papar Panggah.

Dari sumber yang diperoleh Kompas.com, Honda melakukan peningkatan produksi untuk memperkuat posisi skuter otomatik (skutik). Untuk itu, jumlah produksi di Pabrik III AHM di Cikarang, Jawa Barat, dinaikkan lagi. Saat ini, produksi skutik Honda 150.000 unit per bulan.

Sebelumnya, PT Astra International Tbk (AI) selaku induk AHM menyatakan, Honda memastikan akan menaikkan kapasitas produksinya dari 3 juta unit menjadi 3,5 juta per tahun, mulai pertengahan tahun ini. Untuk itu, AHM telah menggelontorkan dana 30 juta dollar AS. "Peningkatan kapasitas itu khusus untuk skutik,” ujar Prijono Sugiarto, Presiden Direktur AI.

Ketika dikonfirmasi oleh Kompas.com, Executive Vice Presiden Director AHM Johannes Loman enggan menjelaskan rencana tersebut. "Kalau masalah itu, nanti dulu. Kami akan informasikan lebih lanjut pada waktu yang lebih tepat," ungkapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com