Cara Ganti Sekring yang Putus

Kompas.com - 23/03/2009, 11:55 WIB

KOMPAS.com — Bagi kebanyakan pemilik mobil, meski mungkin sudah tidak asing dengan nama sekring, tapi tak tahu letaknya. Padahal, fungsinya cukup vital, bisa mencegah rusaknya peranti mobil dan melindungi penumpang mobil dari bahaya korsleting (kebakaran).

Sekring ini benda yang kecil, tetapi memiliki karakter yang sensitif. Fungsinya menjaga listrik agar tidak melebihi kebutuhan. Jika suplai kelebihan, maka ia akan terbakar dan membuat aliran listrik terputus. Letaknya, ada yang di bawah dasbor dekat pengemudi, ada pula yang di ruang mesin.

Setiap sekring memiliki nilai arus berbeda-beda sesuai kebutuhan. Bila kadar arus yang melewatinya masih dalam batas ambang, maka tugas sekring hanya meneruskan tanpa hambatan sama sekali. Namun, ketika ada hubungan pendek (korslet) atau kelebihan arus, ia akan rusak dalam sekejap.

Bentuknya sendiri beragam. Awalnya dikenal jenis cartridge atau dengan sebutan sekring batu. Namun, sekring berbahan keramik ini tak lagi dipakai pada mobil modern. Kemudian, muncul model glass yang bagian tengahnya menggunakan tabung kaca sehingga mudah terdeteksi kalau putus. Model ini dipakai pada mobil 1980-an.

Pesatnya perkembangan teknologi kelistrikan, muncullah jenis sekring blade yang sulit dibongkar. Bentuknya pipih dan menghemat tempat, dan dimensinya bertambah mungil. Menariknya, kapasitas sekring blade mudah diketahui dari warnanya.

Untuk mengamankan jalur listrik yang besar, ada tiga jenis sekring yang biasa digunakan, yakni sekring tabung besar, pelat, dan kotak. Dari ketiga itu, yang pelat agak rumit karena kedua kutubnya harus diikat dengan baut. Sementara itu, yang kotak sama dengan blade, tinggal tancap.

Apa yang harus dilakukan bila sekring putus?
1. Gantilah dengan sekring cadangan yang memiliki ampere sama.
2. Bila tak ada cadangan yang ampere sama, ambil dari sekring lain yang tidak begitu penting digunakan saat itu. Misalnya, bila putus siang hari, ambil dari lampu, lighter, atau central lock sambil menuju ke toko suku cadang untuk membeli yang baru.
3. Misalnya tidak ada ampere yang sama, bisa gunakan arus yang lebih kecil. sebaliknya, hindari pakai ampere lebih besar yang berpotensi merusak komponen lain atau menimbulkan kebakaran.
4. Saat mengganti sekring, mesin mobil dalam keadaan mati. (Fitra Eri/Boy Beding)

 



Editor

Terkini Lainnya

Gerry Salim Siap Balapan Moto3 di GP Italia 2019

Gerry Salim Siap Balapan Moto3 di GP Italia 2019

Sport
Ingin Mudik Aman dan Nyaman, Perhatikan Ini

Ingin Mudik Aman dan Nyaman, Perhatikan Ini

Tips N Trik
Kata Suzuki soal Bocoran Harga Jimny

Kata Suzuki soal Bocoran Harga Jimny

News
[POPULER OTOMOTIF] Jimny | Pesaing PCX dan NMAX | Suzuki Burgman

[POPULER OTOMOTIF] Jimny | Pesaing PCX dan NMAX | Suzuki Burgman

Feature
Peugeot Bicara Mobil Listrik buat Indonesia

Peugeot Bicara Mobil Listrik buat Indonesia

News
Rumitnya Menciptakan Ban MotoGP

Rumitnya Menciptakan Ban MotoGP

Sport
Jangan Sepelekan Tutup Pentil Ban

Jangan Sepelekan Tutup Pentil Ban

Tips N Trik
Astra Peugeot Belum Pilih Opsi CKD

Astra Peugeot Belum Pilih Opsi CKD

News
Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Sport
Skutik Bongsor Masih Irit Diskon di Jakarta Fair 2019

Skutik Bongsor Masih Irit Diskon di Jakarta Fair 2019

News
Ragam Helm 'Full Face' Rp 500.000-an di Jakarta Fair 2019

Ragam Helm "Full Face" Rp 500.000-an di Jakarta Fair 2019

Aksesoris
Suzuki GSX-R dan GSX-S 150 Tersedia Warna Baru

Suzuki GSX-R dan GSX-S 150 Tersedia Warna Baru

News
Ban Kurang Angin Justru Bisa Bikin Pentil Mudah Robek

Ban Kurang Angin Justru Bisa Bikin Pentil Mudah Robek

Tips N Trik
Chevrolet Siapkan 11 Posko dan Bengkel Siaga

Chevrolet Siapkan 11 Posko dan Bengkel Siaga

News
Astra Peugeot Pilih Bermain di Segmen 'Luxury'

Astra Peugeot Pilih Bermain di Segmen "Luxury"

News

Close Ads X