rasanya gak mungkin di kabulkan oleh ibu sri, yg namanya subsidi itu ke sektor produktif, ini malah ke sektor konsumtif beda lagi kalo permintaan keringanan itu untuk kendaraan niaga (truk, minibus,pickup) masih bisa dipertimbangkan krn arahnya meningkatkan produktifitas
akan menjadi kebijakan absurd...pendapatan negara makin tergerus...makin defisit sedang sisi positifnya sangat sedikit, hanya industri otomotif...itupun belum tentu membantu benar karena sales sdh sedemikian drop....
haa.. wacana sih boleh-boleh saja lah, biarpun agak ajaib.. *kalau beneran boleh juga sih, rencana ganti mobil dipercepat buat ngejar harga miring.. hehehe