Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pro Kontra Rem ABS di Sepeda Motor Bisa Cegah Kecelakaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan fatal yang melibatkan sepeda motor semakin tinggi. Data menyebut hal itu berbanding lurus dengan populasi motor kini sudah menyentuh 130 juta unit.

Technical Committee ASEAN NCAP, Adrianto Wiyono mengatakan, terdapat tiga faktor yang berkontribusi dalam kejadian kecelakaan lalu-lintas yaitu, kendaraan, lingkungan dan manusia.

Adrianto menyebut butuh teknologi yang bisa membantu menurunkan angka kecelakaan dan mitigasi jatuhnya korban jiwa. Dalam hal ini teknologi yang bisa membantu ialah anti-lock braking system (ABS).

"ABS merupakan teknologi yang sudah lama dikembangkan dan berbagai penelitian telah mengonfirmasi bahwa ABS dapat menyelamatkan banyak nyawa," kata Adrianto dalam Focus Group Discussion Global Alliance of NGO's For Road Safety, lewat keterangan resmi, Kamis (22/6/2023).

ABS merupakan inovasi sistem pengereman yang mencegah roda mengunci saat pengereman mendadak. ABS jamak dipakai di mobil dan kini juga mulai dipakai di motor untuk menjaga kestabilan dan membantu pengendara tidak jatuh.

Adrianto mengatakan, saat ini beberapa negara seperti Inggris dan Kanada sudah mewajibkan penggunaan ABS pada motor, bahkan di negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia juga sudah mewajibkan ABS.

“Harapannya teknologi ini menjadi semakin terjangkau dan juga dapat diimplementasikan di Indonesia terutama pada sepeda motor, mengingat Indonesia memiliki penduduk dan populasi terbesar di ASEAN," kata Adrianto.

"Penggunaan ABS yang diiringi edukasi yang tepat dalam penggunaannya maka diharapkan Indonesia tentunya dapat memimpin dalam hal penurunan angka kecelakaan lalu lintas,” ujar Adrianto.

Sedikit berbeda, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, ABS memang berpengaruh saat pengereman darurat, tapi bukan berarti fitur itu dapat mengurangi kecelakaan.

“ABS dapat mengurangi roda slip dan memberikan traksi maksimal saat mengerem darurat. Fitur dan mekanisme ini penting sekali buat seluruh motor yang berada di jalan raya. Tapi jika bicara jumlah kecelakaan maka itu berbeda, karena mau secanggih apapun fitur dan teknologi, kecelakaan terkaitnya dengan pelaku,” ujar Jusri kepada Kompas.com.

Jusri menjelaskan, perilaku berkendara aman merupakan kunci di jalan raya. Belum ada fitur atau teknologi yang dapat menggantikan hal itu. Sehingga perubahan fundamental perilaku yang harus diperbaiki.

“Jadi berbeda. Fitur pada perlengkapan berkendara tidak berbanding lurus dengan menurunnya angka kecelakaan. Jika bicara ABS, itu memang mengurangi tugas-tugas pengendara yang melakukan pengereman,” katanya.

Menurut data Korlantas Polri terjadi peningkatan jumlah kecelakaan roda dua setiap tahun. Rinciannya pada 2020 sebanyak 100.028 kasus, kemudian pada 2021 menjadi 103.645 kasus dan pada tahun 2022 mencapai 137.851 kasus.

Data tersebut mengungkapkan rata-rata angka fatalitas akibat kecelakaan lalu-lintas per tahun mencapai 27.000 jiwa dengan lebih dari 70 persen melibatkan roda dua. Jumlah tersebut setara dengan 3-4 orang meninggal dunia per jam.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/06/22/172100015/pro-kontra-rem-abs-di-sepeda-motor-bisa-cegah-kecelakaan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke