Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Selama PPKM Kredit Motor dan Mobil Ditopang dari Luar Jawa

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah telah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali pada awal Juli 2021. Kebijakan ini lantas diperpanjang dengan nama PPKM Level 1-4 mulai Agustus ini.

Sejumlah sektor usaha terkena pembatasan, termasuk industri pendukung otomotif seperti perusahaan pembiayaan. Namun, perusahaan leasing masih menemukan celah untuk menarik minat konsumen mengambil kredit motor dan mobil.

Harry Latif, Direktur Portofolio Adira Finance, mengatakan, PPKM sangat terasa dampaknya di Jawa dan Bali waktu awal-awal penerapan.

Meski begitu daerah di luar Jawa, terutama Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan, ternyata bisa membantu performa secara keseluruhan.

“Terutama Sulawesi itu memberikan growth yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Jadi kalau tiga wilayah itu growth-nya lebih tinggi dari Jawa dan Bali, tapi Sulawesi yang lebih besar,” ucap Harry, dalam konferensi virtual (19/8/2021).

Kemudian, setelah melewati PPKM selama beberapa minggu, mulai ada terlihat ada perbaikan. Apalagi pemerintah juga menurunkan PPKM dari level 4 ke level 3.

“Ada kebijakan dari pemerintah untuk diler-diler. Sebetulnya diler itu kan non esensial, tapi untuk bengkel diperbolehkan, kemudian salesman boleh mencari order,” ujar Harry.

“Di Jawa dan Bali mulai ada peningkatan berkat itu, berdampak ke Adira Finance. Sehingga so far di Agustus ini mulai ada peningkatan,” kata dia.

Menurutnya sampai Juli 2021, pendapatan Adira Finance masih meningkat 3 persen dibandingkan tahun lalu.

“Dengan catatan pada April-Juni 2020 merupakan titik terendah kita, jualan kita sisa 20 persen. Jadi Januari-Juli tahun ini kita termasuk growth dibanding periode yang sama tahun lalu. Karena kita sudah mulai membaik pada 2021 ini,” kata Harry.

Sebagai informasi, berdasarkan catatan Adira Finance pada semester I/2021, total pembiayaan sudah mencapai Rp 11,8 triliun.

Dengan rincian pembiayaan sepeda motor baru sekitar Rp 4,4 triliun, mobil baru Rp 2,8 triliun, mobil bekas Rp 1,7 triliun, motor bekas Rp 90 miliar, dan multi guna dan lain-lain Rp 2 triliun.

“Naik 12 persen dibandingkan tahun lalu. Sampai akhir tahun target kami di kisaran angka Rp 22 triliun,” kata Hafid Hadeli, Direktur Utama Adira Finance, pada kesempatan yang sama.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/08/20/112200415/selama-ppkm-kredit-motor-dan-mobil-ditopang-dari-luar-jawa

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke