Salin Artikel

Bahaya Saat Mulai Mengemudi, Anak Kecil yang Masuk Blind Spot Mobil

JAKARTA, KOMPAS.com – Kejadian anak kecil yang terlindas mobil beberapa kali terjadi di Indonesia. Anak kecil yang terlindas ini biasanya terjadi dalam kecepatan rendah, alias tidak ngebut atau saat mobil baru mau berjalan.

Menurut Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, kejadian seperti ini marak terjadi di Indonesia. Ada dua penyebab kejadian anak terlindas mobil ini sering terjadi.

“Pertama mengabaikan SOP demi keamanan. Hal ini memang mendasar namun kurang diperhatikan bahkan disepelekan banyak pengemudi,” kata Sony kepada Kompas.com, Sabtu (22/5/2021).

Banyak yang tidak sadar kalau risiko kecelakaan juga bisa terjadi saat kendaraan baru akan bergerak. Kemudian korbannya pasti anak-anak, hal ini disebabkan mereka yang senang bergerak, kecil dan masuk blind spot pengemudi.

“Dibutuhkan konsistensi untuk melakukan SOP sebelum mulai berkendara. Misalnya, biasakan kelilingi kendaraan sebelum masuk ke kabin. Amati setiap ada pergerakan obyek yang mendekati,” ucap Sony.

Jika memungkinkan, bunyikan klakson, tunggu beberapa detik, baru kendaraan bergerak. Penyebab kedua adalah rasa terburu-buru yang dimiliki pengemudi saat masuk kabin kendaraan.

“Pada situasi terburu-buru, kewaspadaan pengemudi pasti menurun. Sehingga banyak sekali yang diabaikan, termasuk mengecek kondisi sekitar,” ucapnya.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/05/22/134100015/bahaya-saat-mulai-mengemudi-anak-kecil-yang-masuk-blind-spot-mobil

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.