Salin Artikel

PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang, Dishub Minta Warga Tunda Mudik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang kembali penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi hingga 8 November 2020.

Perpanjangan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1020 Tahun 2020 seiring dengan perkembangan kasus virus corona alias Covid-19 di wilayah Ibu Kota yang belum turun signifikan.

Atas dasar ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengimbau warga untuk menunda kegiatan mudik atau piknik selama PSBB khususnya pada libur panjang yang jatuh pada 27 Oktober - 1 November 2020.

"Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, PSBB transisi dilanjutkan selama 14 hari karena tidak terdapat penurunan kasus yang signifikan sejak 11 Oktober 2020," kata Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo di keterangannya, Minggu (25/10/2020).

"Teman-teman diimbau menunda mudik/piknik, disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, dan pemerintah akan terus meningkatkan 3T sehingga mata rantai penularan tetap terkendali," lanjut dia.

Adapun semua sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan masih tetap berlaku pada PSBB transisi perpanjangan ini. Jika menemukan pelanggaran, warga diminta untuk turut aktif melaporkannya ke Dishub melalui aplikasi JAKI.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa kebijakan rem darurat (emergency brake), berupa pembatasan aktivitas selama pandemi akan terus diberlakukan, jika penyebaran kasus belum turun signifikan. Begitu pun untuk sebaliknya.

Dia menjelaskan, penularan Covid-19 di bu Kota dalam dua pekan terakhir relatif melandai. Hal itu ditandai rata-rata persentase kasus positif sepekan terakhir pada 9,9 persen dengan rasio test 5,8 per-1000 penduduk dalam sepekan terakhir.

"Sementara, berdasarkan indikator pengendalian Covid-19 dari FKM UI sempat menurun pada minggu lalu, yaitu dari skor 60 (18 Oktober 2020) telah membaik menjadi skor 64 (24 Oktober 2020)," kata Anies.

Untuk mempertahankan dan mengendalikan situasi Covid-19 di DKI Jakarta, masyarakat diimbau untuk saling mengingatkan dalam menerapkan perilaku 3M sehari-hari.

Berdasarkan pengamatan perilaku 3M yang dilakukan oleh Tim FKM dari UNICEF di DKI Jakarta, sempat terjadi penurunan tren kepatuhan pada perilaku memakai masker dari 75 persen (12 Oktober 2020) menjadi 71 persen (24 Oktober 2020).

Hasil lain, kepatuhan menjaga jarak dari 75 persen (12 Oktober 2020) menjadi 73 persen (24 Oktober 2020). Namun, terjadi perbaikan perilaku mencuci tangan dari 39 persen (12 Oktober 2020) menjadi 43 persen (24 Oktober 2020).

"Penerapan 3M ini penting demi kebaikan bersama agar dapat memutus mata rantai penularan Covid-19," tutur dia.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/10/25/201730215/psbb-transisi-jakarta-diperpanjang-dishub-minta-warga-tunda-mudik

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.