Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Begini Cara yang Benar Mengeringkan Helm Setelah Kehujanan

JAKARTA, KOMPAS.com – Musim hujan baru saja datang lagi di daerah Jakarta dan sekitarnya. Ketika sedang berkendara, tentu saja helm jadi basah. Ketika sampai rumah, mengeringkan helm sebenarnya tidak bisa sembarangan.

Pegiat dari komunitas pencinta helm, Belajar Helm, Ahmad M mengatakan, mengeringkan helm yang terkena hujan tidak perlu dijemur di bawah matahari langsung.

“Mengeringkan helm cukup pakai kipas angin saja. Dalam waktu tiga jam juga kering kalau pakai kipas angin terus menerus. Kalau dijemur efeknya membuat Expanded Polystyrene Styrofoam (EPS) cepat getas,” ucap Ahmad kepada Kompas.com, belum lama ini.

EPS merupakan busa peredam yang menempel di batok helm. Jika EPS getas, kemampuan meredam benturannya bisa berkurang, sehingga fungsi helm sebagai pelindung kepala menjadi berkurang. Jika ingin lebih cepat kering, bisa bagian busanya saja yang dijemur.

“Bagian busa yang bisa dicopot di helm, boleh dilepas agar lebih cepat kering. Tetapi untuk batok helmnya, cukup diangin-angin saja,” kata Ahmad.

Jika bagian busa ini dibiarkan basah, bisa menimbulkan jamur dan bakteri yang membuat bau tidak sedap. Ahmad mengatakan, bau apak biasanya timbul pada helm karena keringat yang bercampur dengan debu.

“Menghilangkan bau apak, bisa dengan mencuci busa helm. Cuci seperti biasa, bisa gunakan detergen untuk menghilangkan nodanya,” ucapnya.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/09/25/114200715/begini-cara-yang-benar-mengeringkan-helm-setelah-kehujanan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke