Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tiga CRF150L Scrambler Tracker Menginspirasi dari Yogyakarta

Yogyakarta, KOMPAS.com – Proyek modifikasi motor, Honda Dream Ride Project (HDRP) telah memasuki babak akhir. Puncaknya, tiga hasil karya menggunakan basis CRF150L mulai diperkenalkan dari Yogyakarta, Senin (23/72018).

“Yogyakarta sengaja kita pilih karena alamnya yang komplet. Di sini ada pegunungan, pantai, persawahan, berbatuan kapur, jadi lengkap, sesuai kreativitas yang tak terhingga,” kata Harsanindhitya Bagus P, Senior Manager Product Management Department PT Astra Honda Motor (AHM) di Yogyakarta.

Ketiga pemodifikasi ini merupakan yang terbaik, pemenang dari ajang Honda Modif Contest (HMC) 2017. Ketiganya berhasil mengalahkan total 2.000 pemodifikasi di seluruh Indonesia.

Mereka adalah Hasan Law, pemenang kategori Free For All, Rully Manarullah pemenang kategori All Stock & Advance untuk unit produksi di atas tahun 2006, dan Ikbal Saputra, pemenang kategori All Stock & Advance untuk sepeda motor dengan unit produksi di atas tahun 2006.

Ketiga pemodifikasi diminta menyelesaikan proyek modifikasi ini dalam tiga bulan.

Dalam menciptakan karya modifikasi, ketiganya juga punya kewajiban khusus, yakni tidak hanya mementingkan sisi desain, tetapi juga keamanan saat dikendarai.

Dalam pengembangannya para modifikator jawara HMC 2017 ini mengambil konsep yang berbeda-beda serta didampingi oleh mentor tim ahli.

Modifikator Rully Manarullah dibimbing oleh Hiroaki Tsukui, Senior Designer HGA Jepang, mengambil konsep Neo Scrambler. Ikbal Saputra mendapat mentoring Hideki Hoshikawa builder dari Asterisk Custom Works, Jepang, mengusung konsep Scrambler Fighter.

Kemudian, Hasan Law dibimbing oleh Indra Pranajaya dari Razzel Dazzle Chopperworks, Bandung, menciptakan konsep Free Tracker.

Budget ketat
Dalam proses modifikasi CRF150L ini, para modifikator mendapatkan kesempatan memperkaya pengalaman modifikasi dalam industri sesungguhnya. Budget ketat, material, time frame, hasil optimal, wajib terpenuhi.

Selain itu, setiap motor modifikasi ini wajib memenuhi standar keselamatan dan kelengkapan berkendara yang telah ditetapkan.

“Saya pribadi mendapatkan pelajaran berharga, menciptakan motor modifikasi yang diciptakan dari konsep sampai terwujud. Kalau tidak ada HDRP2018, saya tidak akan banyak belajar,” kata Hasan Law, ketika berbincang dengan KOMPAS.com.

Harsanindhitya melanjutkan, antusiasme AHM menggulirkan proyek ini sangat besar karena merupakan aspirasi dari konsumen. Selain itu, kata dia, pihak prinsipal juga terlibat langsung dengan proyek ini.

“Setiap proyek ditetapkan budget Rp 40 juta, tapi bukan berapa besar nilainya. Namun, bagaimana para modifikator mampu menciptakan karya yang baik dengan manajemen bugdet tepat,” kata Harsanindhitya.

https://otomotif.kompas.com/read/2018/07/23/154732915/tiga-crf150l-scrambler-tracker-menginspirasi-dari-yogyakarta

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke