Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Daihatsu Menolak Dituding Pasang Harga Kemahalan

Padang, KompasOtomotif – Mulai berdatangannya merek asal China seperti Wuling dan Sokon, membuat semakin ramai persaingan pasar otomotif di dalam negeri. Mereka coba ambil bagian dari pasar yang saat ini dikuasai pabrikan Jepang.

Selain investasi besar yang bisa dibilang serius menjalani bisnis di Indonesia, merek dari Negeri Tirai Bambu membanderol harga jual  mobilnya jauh lebih murah dari pabrikan Jepang.

Misalnya, low MPV Wuling Confero yang harganya kisaran Rp 130 juta-Rp 170 juta, sementara rata-rata merek Jepang di kelas yang sama, mulai Rp 180 juta-Rp 245 juta.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana bisa semurah itu, padahal mereka pemain baru dan skala ekonominya masih terbatas. Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah merek Jepang yang terlalu memasang harga terlalu mahal?

Menanyakan langsung kepada produsen mobil terbesar di Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Direktur Pemasaran Amelia Tjandra mengatakan, kalau itu tidak benar. Dirinya menyebut kalau masing-masing merek, punya strateginya sendiri dalam memutuskan harga jual.

“Iya kami deny kalau disebut kemahalan. Kami tidak tahu Wuling menyetel harga bener atau tidak, atau apakah itu menjadi strateginya mereka. Kita semua juga tahu, kalau ada banyak sekali jenis-jenis setting harga,” ucap Amelia, Kamis (12/1/2017).

Amelia menyebutkan beberapa jenis strategi penetapan harga, seperti ada skimming price, di mana harus rugi dahulu baru nanti naik pelan-pelan. Kemudian ada juga yang mau set harga dari awal dan akhir tidak rugi dan tak untung banyak, ada juga yang untung banyak di awal kemudian turun pelan-pelan.

“Wuling menggunakan strategi apa juga saya tidak tahu. Pastinya Daihatsu harga mobil normal saja,” ucap Amelia.

https://otomotif.kompas.com/read/2018/01/15/072200615/daihatsu-menolak-dituding-pasang-harga-kemahalan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke