Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Video Aksi Maling di Bus AKAP, Waspada bagi Penumpang

Kompas.com - 07/12/2022, 07:02 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi kriminal di kabin bus AKAP bisa terjadi tidak pandang kelas layanan. Misalnya pada video CCTV kabin bus yang menampilkan aksi maling saat beraksi menggasak laptop salah satu penumpang.

Pada video tersebut, tampak pelaku mengecek bagasi yang ada di atas kepala dahulu. Tidak berselang lama, maling tersebut langsung beranjak ke kolong bangku untuk melaksanakan aksinya.

Tidak sampai lima menit, pelaku sudah mendapatkan tas korban dan menukar laptop dengan buku. Jadi korban masih merasa seperti membawa laptop, padahal ketika dicek, sudah hilang.

Baca juga: Pengawasan Jam Kerja Sopir Bus Pariwisata Perlu Ditingkatkan

 

"Tetep waspada ya, sekarang lagi marak. Bus ekslusif 2-1 pun ada penjahatnya. Kejadian laptop penumpang diambil dari kolong bus Handoyo," tulis akun Afi di grup BisMania Community di Facebook, dikutip Kompas.com, Selasa (6/12/2022).

Yulius Jatmiko, Sekjen BisMania Community, mengatakan, pencurian laptop itu marak terjadi, tidak mengenal kelas bus yang dipilih. Jadi mulai dari eksekutif sampai super-eksekutif, risiko kehilangan barang tetap ada.

"Semua bus AKAP berpotensi untuk ada kejadian pencurian seperti itu. Saya sendiri mengalami kejadian itu satu tahun lalu, laptop saya ditukar dengan buku," ucap Yulius kepada Kompas.com, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Kenapa Bisa Muncul Bercak Karat di Piringan Cakram Mobil?

Agar pengguna bus di kemudian hari tidak mengalami hal yang serupa, ada beberapa tips yang dibagikan oleh Yulius. Pertama, kalau memang harus bawa laptop, ketika singgah di tempat istirahat, tas tetap dibawa turun.

"Kedua, tas itu bisa diambil dari bawah (kolong bangku). Oleh sebab itu, jangan menaruh tas di bawah, pun di bagasi atas," ucap Yulius.

Kalau memang mau menaruh tas di bawah atau bagasi atas, ritsleting harus digembok meski masih ada risiko tas disilet oleh kawanan pencuri tersebut.

"Paling aman adalah tas itu kita pangku sekalipun capek, enggak nyaman. Ini cara paling aman karena walau sudah digembok, masih ada kemungkinan dibobol," ucap Yulius.

Kalau mau lebih aman lagi, tas tadi jangan dibawa ke kabin, tetapi disimpan di bagasi bawah. Hal ini bisa dilakukan karena mayoritas kernet mengawasi barang yang keluar dan masuk bagasi, sekaligus siapa pemiliknya.

"Kawanan pencuri itu tidak sempat meriset, melihat barang bawaan penumpang lain yang sudah ditaruh di bagasi bawah. Kalau dibawa ke kabin, dia (pencuri) sempat untuk melihat-lihat posisi tas," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com