Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amankah Mencampur Oli Mesin Mobil Beda Merek?

Kompas.com - 10/11/2022, 14:31 WIB
Dicky Aditya Wijaya,
Stanly Ravel

Tim Redaksi

SEMARANG,KOMPAS.com - Oli mobil jadi alat untuk melindungi gesekan berlebihan komponen-komponen utama pada ruang mesin.

Selain jadwal pergantian yang harus tepat waktu, nomor satu harus diperhatikan yakni soal kapasitas oli

Oli mesin yang tersirkulasi tak boleh sampai kurang karena oksidasi yang tinggi bisa mempercepat keausan. 

Untuk itu, beberapa kendaraan yang berusia di atas 5 tahun banyak yang menggunakan cara alternatif menambah oli karena tingginya angka penguapan. 

Baca juga: Kenapa Mobil Pakai Pelek Besar Lebih Boros BBM?

Konon katanya, pemilik mobil diperbolehkan mencampur oli beda merek untuk mengisi oli mesin yang berkurang. Lantas apakah hal itu aman? 

Menurut Pakar Konversi Energi Otomotif Universitas Negeri Semarang (Unnes) Widya Aryadi, mencampurkan oli beda merek ada aturan mainnya. 

"Oli mesin beda merek boleh-boleh saja, tapi syaratnya jenis oli yang digunakan sama, jangan asal oplos oli sintetik dengan mineral karena berisiko memicu tumpukan sludge oli," ucap Widya kepada Kompas.com, Kamis (10/11/2022).  

Baca juga: Sejenak Berada di Balik Kemudi Mobil Listrik Mewah BMW i7

Berikutnya yang harus diperhatikan adalah spesifikasi oli. Viskositas oli mesin baru yang akan di masukkan mesin harus sama persis. 

"Syarat wajib oli mesin harus punya spesifikasi sama, jangan mencampur oli SAE 0w-20 dengan 20w-40. Kuncinya, perhatikan spesifikasi grade oli, karena bisa gampang mengetahui kandungan aditif oli apa saja," ucapnya. 

Hal yang parah dan berpotensi memicu kerusakan serius bisa terjadi saat mencampurkan oli mesin beda spesifikasi. 

Kandungan aditif oli yang berbeda, bisa mempercepat keausan komponen mekanis seperti piston, ring piston, dan klep. 

"Jika oli mesin spesifikasi yang berbeda di campurkan, kandungan zat aditif saling bentrok. Hasilnya, terjadi keausan komponen lebih cepat," katanya. 

Kepala Bengkel Nasmoco Majapahit Semarang Bambang Sri Haryanto mengatakan, pemicu tingginya angka penguapan oli salah satunya karena oli beda spesifikasi yang di campur

Mesin memisahkan sendiri oli yang berbeda karena tidak bisa tersirkulasi sempurna. Sisa oli tersebut, menghasilkan endapan lumpur yang menutup celah antar komponen. 

Baca juga: Kenapa Mobil Pakai Pelek Besar Lebih Boros BBM?

"Saat proses mekanis di dalam mesin terjadi, kotoran lumpur mengganggu kinerja komponen seperti piston, ring piston, dan klep. Putaran jadi melambat, dalam jangka panjang bisa slip dan mempercepat keausan," terangnya. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
beda merek punya aditif yang beda. namun bila sifatnya menambah oli yang berkurang tidak banyak oleh karena pemakaian aman-aman saja asal sama jenisnya dan kekentalannya. #jernihberkomentar


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
[FULL] Kapolri soal Pantauan Arus Mudik Lebaran 2025: Fatalitas dan Keamanan Lebih Baik dari Tahun
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau