Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak Ragam Kesalahan Biker Moge Pemula

Kompas.com - 05/09/2020, 09:42 WIB
Aprida Mega Nanda,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menunggangi motor berkapasitas mesin besar alias moge bisa menjadi mimpi sebagian orang. Bahkan akhir-akhir ini mulai menjadi tren, diawali dengan menjamurnya sepeda motor 250 cc yang menjadi pijakan awal untuk berpindah ke kapasitas lebih besar.

Kebanyakan membeli dengan sadar, bahwa dirinya menguasai penggunaan sepeda motor ber-cc besar. Namun, banyak juga pembeli moge yang membeli sepeda motornya atas hasutan nafsu. Belum seberapa mahir, langsung beli kapasitas besar sebagai tunggangan pertama.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, mengatakan, setidaknya ada empat kesalahan yang kerap dilakukan oleh pengendara moge “newbie” alias pemula.

Baca juga: Ini Manfaat Tire Pressure Monitoring System untuk Ban Mobil

1. Terlalu berani
“Banyak penunggang baru yang belum mahir atau menguasai motor gede namun over pede dan langsung mengendarai di jalan raya. Naik moge perlu beberapa skill yang harus dipelajari. Misalnya, melaju dengan kecepatan rendah, atau cara berbelok di putaran yang sempit.,” ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Jumat (4/9/2020).

Agus menyarankan, sebaiknya belajar dulu sampai mahir di kawasan yang tidak terlalu ramai. Ini secara tidak langsung akan menaikan kadar keyakinan dan keselamatan nyawa.

2. Motor terlalu besar
Perlu diingat, semakin tinggi kapasitas mesin, akan semakin kompleks pula tingkat pengendaliannya.

“Untuk pengguna pertama, belajarlah bertahap mulai dari 250 cc lalu naik ke cc di atasnya dan seterusnya,” kata Agus.

Sebab, sepeda motor tidak seperti mobil yang mengendalikannya relatif hampir sama, yakni duduk dan memegang kemudi. Sepeda motor punya gaya yang berbeda di setiap modelnya. Cari yang memang pas dan sesuai dengan gaya berkendara Anda.

Baca juga: Ban Terlihat Baik-baik Saja, Bukan Berarti Tak Bermasalah

3. Kurangnya waspada
“Bebeda dengan naik bebek atau skutik, biker pemula harus antisipasti ketika naik moge. Kadar berhati-hati dan membaca situasi harus lebih dipertajam,” ucap Agus.

Meletakkan dua jari pada tuas rem bisa dilakukan untuk waspada saat kondisi darurat, asal tidak menekannya terlalu kecang jika motor Anda tidak dilengkapi ABS. Jadilah pengendara yang memiliki rasa “takut”, karena merekalah yang sering selamat.

4. Konvoi sebelum waktunya
Banyak pengendara yang terlalu senang dengan hobi baru, lalu ikut komunitas dan berkonvoi. Pilih rekan konvoi yang paham bahwa Anda adalah pengemudi pemula.

Baca juga: Roy Marten Beberkan Kabar Terbaru Kasus Tambang Ilegal, Sebut Pelakunya Sudah Tertangkap

Jika rombongan terlalu kencang dan Anda tidak kuasa mengejar karena tidak yakin, maka sebaiknya jangan dipaksa.

“Ingat, jangan terlalu rapat, selalu beri jarak, sehingga bisa mengurangi potensi terjadinya kecelakaan di jalan raya,” kata Agus.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
[FULL] Kapolri soal Pantauan Arus Mudik Lebaran 2025: Fatalitas dan Keamanan Lebih Baik dari Tahun
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau