Benarkah Mobil Seken dengan Odometer Digital Lebih Rawan Diakali?

Kompas.com - 05/09/2020, 09:22 WIB
Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock) Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu praktik curang dalam jual beli mobil bekas ( mobkas) yang sulit dihilangkan adalah memalsukan angka odometer menjadi lebih rendah. Sebab, keuntungannya terlalu besar untuk diabaikan oknum penjual mobkas.

Angka odometer rendah pada mobil bekas merupakan salah satu faktor utama penentu harga jual. Semakin besar angka pada odometer kerap melekat julukan mobil capek, sehingga banderolnya akan lebih murah dari yang sebaliknya.

Pada mobil-mobil lawas, odometer masih pakai teknologi mekanis. Cara umum buat mengakalinya, diputar mundur paksa pakai alat bantu seperti obeng. Tujuannya tentu saja agar angka odometer berkurang dan mobkas bisa dijual lebih mahal.

Beralih zaman, kini mobil modern pakai odometer digital. Namun, bukannya makin aman, teknologi itu dinilai malah bikin pemalsuan semakin rentan. Benarkah demikian?

Baca juga: Ini Manfaat Tire Pressure Monitoring System untuk Ban Mobil

Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer mengatakan, memang benar lebih mudah mengakali odometer digital. Jasa untuk mengubahnya dikatakan hanya butuh modal Rp 250.000.

Menurut Fischer uang tersebut dinilai ringan jika misalnya penjual bisa untung Rp 5 juta karena mobil bekas memiliki odometer yang rendah.

Odometer dengan km asli atau sudah diputar mundur bisa dicek dengan cara khusus.KompasOtomotif-Donny Apriliananda Odometer dengan km asli atau sudah diputar mundur bisa dicek dengan cara khusus.

“Kalau yang digital tinggal colok saja ke OBD (On Board Diagnostic). Sudah ada software-nya, tinggal pilih nomer cantik,” ucapnya Fishcer saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Ban Terlihat Baik-baik Saja, Bukan Berarti Tak Bermasalah

Sementara itu pada kesempatan yang sama pemilik Jordy Mobil di MGK Kemayoran, Andri, menyarankan, agar tidak tertipu dengan odometer putaran sebaiknya calon pembeli memakai jasa pihak ketiga.

“Saat ini odemoter digital memang sangat mudah untuk diakali, oleh sebab itu sebaiknya masyarakat memakai jasa pihak ketiga contohnya otospector agar tidak alami kerugian dikemudian hari,” kata Andi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (4/8/2020).

Pemalsuan odometer jelas merugikan konsumen, sebab angka yang tertera tidak sesuai dengan pemakaian yang sebenarnya. Selain itu, angka odometer juga bisa mengganggu kesehatan mobil karena tidak sesuai dengan jadwal servis berkala.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X