Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Cas Baterai Ponsel pada Colokan Mobil Justru Tidak Dianjurkan?

Kompas.com - 14/07/2020, 12:43 WIB
Ari Purnomo,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

 JAKARTA, KOMPAS.com- Mobil keluaran terbaru pastinya menyediakan fitur pengisian baterai smartphone pada power output mobil.

Tidak sedikit pula mobil yang belum dilengkapi fasilitas tersebut dimodifikasi sendiri untuk penambahan fitur pengisian baterai ponsel.

Fasilitas pengisian baterai ponsel ini menjadi andalan bagi para pemilik mobil saat baterai gawainya mulai menipis atau bahkan habis sama sekali.

Baca juga: Begini Cara Menghilangkan Bakteri di Kabin Mobil

Dengan adanya fitur tersebut, pemilik handphone tidak perlu mengandalkan power bank atau mencari sumber listrik lain untuk mengisi penuh baterai ponselnya.

Cukup dengan menancapkan port pengisian otomatis baterai ponsel akan terisi dengan sendirinya sembari tetap melakukan perjalanan menggunakan mobil.

Tetapi, amankah melakukan pengisian baterai smartphone pada power output mobil mengingat arus yang ada pada kendaraan roda empat tersebut tidaklah stabil?

Menanggapi hal tersebut, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menjelaskan, pengisian baterai ponsel di power output mobil sebisa mungkin dihindari.

Jika hal itu terlalu sering dilakukan atau bahkan sudah menjadi kebiasaan bisa berdampak pada daya tahan baterai ponsel itu sendiri.

Baca juga: Helm Harus Rajin Dicuci untuk Cegah Corona, Begini Caranya

Mengingat, arus listrik pada mobil tidak stabil seperti listrik pada rumah sehingga bisa memberikan efek pada gawai.

“Sebaiknya hindari charging baterai HP di mobil, karena tegangannya naik turun (mesin mobil berputar naik dan turun). Sehingga dikhawatirkan bisa memperpendek usia HP itu sendiri,” kata Didi kepada Kompas.com belum lama ini.

Maka dari itu, Didi pun menyarankan, agar mengisi baterai di mobil menggunakan power output dihindari.

“Jadi jangan mengandalkan power output mobil untuk mengisi baterai HP,” ujarnya.

Baca juga: Pemilik Motor Wajib Bersihkan Helm untuk Cegah Penularan Corona di Udara

Di samping itu, Didi menambahkan, penggunaan power output untuk mengisi baterai ponsel bisa juga mempengaruhi masa usia aki.

“Walaupun kemungkinan itu sangat kecil, bahaya atau risiko itu tetap ada. Kalaupun terpaksa, jangan terlalu lama,” kata Didi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
tergantung chargernya. arus baterai mobil dc 12v/24v jelas lebih minim noise ketika dikonversi (dc-dc buck) ke dc 5v dibanding listrik pln ac 220v. yg bikin rusak charger murahan yg switchingnya gak stabil/efisien. konsumsi paling 10 watt utk cas 2a, setara lampu kabin festoon non-led.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kapal Selam Wisata Tenggelam di Laut Merah, 6 Orang Tewas
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau