Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Munculnya Bom Mobil dalam Aksi Teror

Kompas.com - 14/05/2018, 10:45 WIB
Alsadad Rudi,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

Sumber Asia Times
 
Jakarta, KOMPAS.com - Serangkaian aksi pengeboman di sejumlah gereja terjadi di Surabaya pada Minggu (14/5/2018). Salah satunya menggunakan mobil.
 
Penggunaan mobil untuk aksi teror pengeboman di Indonesia bukan kali ini saja terjadi. Aksi serupa pernah dilakukan, diantaranya saat Bom Bali I pada 2002 dan Kedubes Australia, 2004.
 
Mobil banyak digunakan untuk aksi pengeboman karena dapat membawa bahan peledak dalam jumlah besar ke lokasi sasaran. Tak diketahui pasti kapan awal mula cara ini digunakan.
 
 
 
 
Dalam salah satu artikel berjudul A History of Car Bomb yang dimuat di Asia Times, disebutkan bahwa pada September 1920, seorang imigram Italia bernama Mario Buda memarkir gerobak kudanya tak jauh dari kantor perusaahaan JP Morgan di New York.  
 
Setelah itu, ia meninggalkan gerobak kudanya dan menghilang. Seorang petugas pos yang tak jauh dari lokasi menemukan sebuah selebaran bertuliskan "bebaskan para tahanan politik atau kalian semua akan mati". Beberapa bulan sebelumnya, rekan-rekan Mario diketahui ditangkap.
 
Tak lama kemudian, gerobak kuda yang ternyata membawa dinamit itu meledak. 
 
 
Pada Januari 1947, kelompok pro fasis dari Israel, Stern Gang membawa satu truk bahan peledak ke kantor polisi Inggris di Haifa, Palestina. Truk kemudian meledak dan menewaskan empat orang dan melukai 140 lainnya, tak cuma polisi Inggris, tapi juga warga Palestina.
 
Setelah itu, bom mobil mulai digunakan secara sporadis di berbagai belahan dunia. Salah satunya bom truk bunuh diri yang menghancurkan kedutaan AS dan barak Korps Marinir di Beirut, Lebanon pada tahun 1983.
 
Beberapa tahun terakhir, bom mobil juga tercatat cukup sering terjadi di negara-negara yang masih didera konflik, dari mulai Irak ataupun Afghanistan.
 
 
Bom mobil dapat diaktifkan dengan berbagai cara, dari mulai saat pintu dibuka, mesin dihidupkan, pedal gas atau rem diinjak, menyalakan sekering atau melalui perangkat pengatur waktu.
 
Penggunaan bom mobil terdiri atas dua kategori, yang pertama bertujuan mengincar orang yang ada di dalam kendaraan. Cara ini biasanya dilakukan dalam peristiwa pembunuhan. 
 
 
Sedangkan yang kedua, mengincar orang-orang atau merusak bangunan yang ada di sekitar mobil. Untuk yang kedua ini, pelaku bisa pergi meninggalkan mobil ataupun mati meledakan diri bersama dengan mobilnya itu.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Pemerintah Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa Myanmar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau