SUV Terios Setengah "Offroad", Kuak Cerita Putri Hanyut - Kompas.com
BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Daihatsu

SUV Terios Setengah "Offroad", Kuak Cerita Putri Hanyut

Dimas Wahyu
Kompas.com - 17/07/2017, 15:43 WIB
Tim Terios 7 Wonders 2017 mengendari SUV mereka menuju Sagea, Halmahera, Maluku. Jalan yang kurang mulus ditempuh lebih kurang 59 km untuk mencapai Desa Sagea dan menuju sungai bening Sagayen yang bemuara di Gua Boki Moruru.Astra Daihatsu Motor Tim Terios 7 Wonders 2017 mengendari SUV mereka menuju Sagea, Halmahera, Maluku. Jalan yang kurang mulus ditempuh lebih kurang 59 km untuk mencapai Desa Sagea dan menuju sungai bening Sagayen yang bemuara di Gua Boki Moruru.

KOMPAS.com - Sungai mengalir di antara pepohonan rindang yang menjadi tempat burung-burung bertengger dan berkicau.

Pemandangan tersebut dinikmati di atas perahu yang mengalir di atas sungai dengan air jernih biru kehijauan, dan pada akhirnya bemuara di sebuah gua bernama Boki Moruru.

Suguhan alam dengan rasa surgawi ini dirasakan oleh tim Terios 7-Wonders dengan tiga SUV mereka di Maluku. Namun, semua itu baru bisa diperoleh setelah menempuh perjalanan yang sepertiganya berupa tanah di kawasan hutan.

Tim berangkat pada Minggu (16/7/2017) pagi dari tempat persinggahan kedua mereka, di Sofifi, setelah sebelumnya berada di Ternate menelusuri berbagai tempat di sekitaran Gunung Gamalama, melihat Batu Angus, perkebunan cengkeh tua, dan melaut bersama nelayan untuk merasakan hujan ikan di dekat Pulau Hiri.

"Butuh waktu 4-6 jam perjalanan dari Sofifi atau setara dengan 160 kilometer. Dari Sofifi hingga Weda sekitar 101 kilometer. Perjalanan menantang justru selepas Weda menuju Desa Sagea," ujar Toni, salah satu anggota tim ekspedisi ini.

Trek menuju Gua Boki Moruru di Desa Weda melalui kawasan hutan Halmahera Tengah yang bertanah.

Jalan yang masih alami ini juga berbukit sehingga Terios yang memakai mesin 1.495 cc bisa memberikan tarikan yang langsung penuh karena punya camshaft ganda (DOHC) di mesinnya, tetapi tertata komputer karena valve-nya bisa diatur secara elektrik (VVT-i).

Tanah yang berarti menyisakan serpih juga membuat SUV tim tidak kadung tergelincir karena sudah pakai rem ABS. Oleh karenanya, jalan semi-offroad yang tersisa sejauh 59 kilometer hingga Desa Sagea bisa dicapai.

Cerita putri hanyut dan nenek moyangnya

Tim akhirnya tiba di Desa Sagea setelah berjibaku melibas area tanah dan hutan di kawasan Halmahera Tengah.

Mereka lantas bergegas mempersiapkan bekal menuju Gua Boki Moruru dengan menyusuri Sungai Sageyen.

Ribun pepohonan, kicauan burung, serta jernihnya air sungai menyambut tim menuju mulut gua.

Tim Terios 7-Wonders melalui Sungai Segayen, Sagea, Halmahera, Maluku, menggunakan perahu menuju Gua Boki Moruru.Astra Daihatsu Motor Tim Terios 7-Wonders melalui Sungai Segayen, Sagea, Halmahera, Maluku, menggunakan perahu menuju Gua Boki Moruru.

"Boki Moruru berarti putri yang menghanyutkan diri. Menurut hikayat dahulu kala, di Sungai Sageyen ditemukan seorang putri dari Tidore, tengah mandi dan menghanyutkan diri mengikuti arus ke hilir sungai," ujar pemandu tim, Ali Mahmud.  

Sayang, tidak dijelaskan betul silsilah putri Tidore tersebut keturunan dari raja siapa, dan berkuasa sejak kapan. Meski demikian, legenda ini terus berkembang di masyarakat.

Buaian sungai dan kehijauan di sekitarnya membawa tim sampai di muka Gua Boki Moruru. Mereka langsung mengabadikan bentangan alam gua yang berpadu dengan aliran Sungai Sageyen.

Masuk ke dalam gua, gelap gulita langsung menyergap. Stalaktit dan stalakmit terlihat dengan berbagai bentuk.

Tim Terios 7-Wonders berada di dalam Gua Boki Moruru, Sagea, Halmahera, Maluku, setelah melalui Sungai Segayen. Tim Terios 7-Wonders berada di dalam Gua Boki Moruru, Sagea, Halmahera, Maluku, setelah melalui Sungai Segayen.


Satu di antaranya menyerupai “orang yang sembahyang” atau lebih dikenal dengan “Batu Sembahyang”.

"Menurut legenda setempat, inilah asal mula nenek moyang Sagea, La Salama," ujar Ali.

Memang jika diperhatikan, ada banyak bentuk batu yang bisa dengan mudah diinterpretasikan sebagai bentuk makhluk hidup.

Tidak hanya batu yang berbentuk menyerupai manusia, tetapi ada pula binatang, dan bentuk-bentuk lainnya. Semuanya pun berdiri di antara pilar-pilar gua.

Oleh karenanya, bagi yang belum pernah merasakan indahnya bagian perut bumi semacam ini, mereka mungkin seakan berada di dunia yang berbeda.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisDimas Wahyu
EditorSri Noviyanti
Sumberkompas.com,
Komentar

Terkini Lainnya

Tugas Baru Honda Civic Turbo di Sirkuit

Tugas Baru Honda Civic Turbo di Sirkuit

Sport
Bagaimana Jika Ducati Rasa India-Austria?

Bagaimana Jika Ducati Rasa India-Austria?

News
CBR250RR Rajai Pasar Motor Sport 250 Cc

CBR250RR Rajai Pasar Motor Sport 250 Cc

News
Simak Kinerja ”Pedal Pintar” Nissan Leaf

Simak Kinerja ”Pedal Pintar” Nissan Leaf

Teknologi
Pabrik Hyundai Indonesia Produksi Ratusan H-1 Tiap Bulan

Pabrik Hyundai Indonesia Produksi Ratusan H-1 Tiap Bulan

News
Honda Tantang Konsumen 'Big Bike' Jelajah Asia

Honda Tantang Konsumen "Big Bike" Jelajah Asia

News
Empat Resep Daihatsu Bisa Sukses di Segmen MPV

Empat Resep Daihatsu Bisa Sukses di Segmen MPV

News
Jualan Daihatsu di Papua Menjanjikan

Jualan Daihatsu di Papua Menjanjikan

News
Bila Ignis Menjadi Pikap dan Bermain 'Off-Road'

Bila Ignis Menjadi Pikap dan Bermain "Off-Road"

Modifikasi
MPV Murah Mitsubishi Siap Goda Taksi 'Online'

MPV Murah Mitsubishi Siap Goda Taksi "Online"

News
Toyota Manjakan Pengguna Setia Avanza

Toyota Manjakan Pengguna Setia Avanza

News
Beli Aki Kini Bisa Dicicil

Beli Aki Kini Bisa Dicicil

Aksesoris
Suzuki ”Ketiban Durian” di Jakarta Fair 2017

Suzuki ”Ketiban Durian” di Jakarta Fair 2017

News
Daihatsu Akhirnya Buka Gerai di Maluku

Daihatsu Akhirnya Buka Gerai di Maluku

News
Masih Berpetualang, Bukti Terios “Survive” Berjualan

Masih Berpetualang, Bukti Terios “Survive” Berjualan

News