Kupas Teknologi VVA pada "All New" R15 - Kompas.com

Kupas Teknologi VVA pada "All New" R15

Donny Apriliananda
Kompas.com - 25/01/2017, 09:56 WIB
Otomania/Setyo Adi All New R15 diperkenalkan di Indonesia

Bogor, KompasOtomotifYamaha sudah membekali R15 terbaru dengan Variable Valve Actuation (VVA), sama seperti yang sudah diterapkan pada NMAX dan Aerox 155. Inilah teknologi kunci sepeda motor sport ber-fairing itu untuk mempertahankan performa dari putaran bawah sampai atas.

Berdasarkan penjelasan Ridwan Arifin, Service Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), VVA akan menjaga tenaga dan torsi maksimum tetap didapat pada semua putaran mesin. Hal itu didapat karena klep akan menyesuaikan faktor timing, durasi, dan lift.

Setelah putaran mesin mencapai  7.400 rpm, VVA pada R15 akan aktif. ECU memberikan instruksi ke selenoid untuk pindah kem. VVA mengubah durasi intake low cam jadi intake high cam. Valve berubah, durasi berubah, lift berubah, otomatis tenaga siap terus ”mengisi”.

”Bedanya VVA R15 dengan NMAX atau Aerox adalah setelannya. Pada duo skutik itu, VVA akan mulai bekerja pada 6.000 rpm,” ujar Ridwan usai peluncuran All New R15 di Sirkuit Sentul, Bogor, (23/1/2017).

SOHC
Yu Kitamura, Project Leader All New R15 ST. Development Division Yamaha Motor Company Ltd, dalam acara yang sama, menjelaskan lebih detail, terutama terkait dengan keputusan Yamaha mempertahankan tipe mesin Single Over Head Camshaft (SOHC) ketimbang tipe Double Over Head Camshaft (DOHC).

Ternyata, dengan mesin SOHC plus VVA, secara tersirat Kitamura menyatakan bahwa performa akan jauh lebih baik ketimbang DOHC. DOHC lebih fokus bekerja pada rpm tinggi. Sedangkan SOHC plus VVA bakal menjaga tenaga dan torsi tetap pada puncak di setiap putaran mesin.

”Kalau pakai DOHC tidak match, karena mesin tipe long stroke. Bukan SOHC dan DOHC lebih rendah atau tinggi, tapi ini karena keselarasan saja, terkait dengan stroke dan karakter mesin,” ucap Kitamura.

PenulisDonny Apriliananda
EditorAgung Kurniawan
Komentar