Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banjir Jakarta: Dampak Curah Hujan Tinggi pada Sepeda Motor

Kompas.com - 29/01/2025, 11:02 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir telah memicu banjir di sejumlah titik di Jakarta, termasuk kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran HI.

Genangan air yang merendam jalanan tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak serius pada kendaraan, terutama sepeda motor.

Kerusakan Mesin dan Komponen Elektronik Tak Terhindarkan

Baca juga: Panduan Perawatan Mobil Pasca Banjir di Jakarta

Meskipun sepeda motor mungkin terlihat berfungsi normal setelah banjir surut, kerusakan jangka panjang pada komponen mesin dan elektronik sering kali tidak dapat dihindari.

Pengendara yang tidak segera menangani dampak banjir dapat menghadapi biaya perbaikan yang mahal di kemudian hari.

Berdasarkan laporan dari beberapa bengkel, biaya perbaikan akibat kerusakan yang disebabkan oleh banjir bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung pada tingkat keparahan kerusakannya.

Ali Fuqron, teknisi dari Suzuki Meril, menjelaskan bahwa motor yang pernah terendam banjir berisiko tinggi mengalami kerusakan serius pada sistem kelistrikan dan mesin.

Ini terutama terjadi jika air mencapai bagian-bagian vital, seperti mesin dan ECU (Electronic Control Unit).

"Air yang masuk ke mesin atau sistem kelistrikan dapat memicu korosi dan arus pendek, yang berpotensi merusak komponen vital seperti ECU atau piston jika tidak segera dibersihkan dan dikeringkan," ungkap Ali kepada Kompas.com pada Selasa (28/1/2025).

Penurunan Performa Mesin Karena Air dan Oli

Ali juga menambahkan bahwa salah satu kerusakan paling umum adalah penurunan performa mesin akibat tercampurnya air dengan oli. "Saat oli tercampur dengan air, warnanya akan berubah menjadi kecokelatan atau menyerupai susu, dan ini bisa mempercepat kerusakan pada komponen seperti kruk as dan ring piston," ujarnya.

Tak hanya itu, sistem kelistrikan seperti soket, kabel, dan relay juga sangat rentan mengalami korosi. "Kerusakan pada kelistrikan bisa menyebabkan berbagai masalah, mulai dari lampu yang tidak menyala hingga motor mogok mendadak di tengah jalan," jelas Ali.

Baca juga: Kembali ke Jakarta dari Puncak Bogor Usai Liburan, Simak Tarif Tolnya

Pentingnya Penanganan Segera Setelah Terendam Banjir

Ali menyarankan agar pemilik sepeda motor segera membawa kendaraan mereka ke bengkel tepercaya setelah terendam banjir, tanpa menunggu munculnya gejala kerusakan. "Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengganti oli, memeriksa filter udara, membersihkan sistem bahan bakar, dan memastikan semua komponen kelistrikan kering," kata dia.

Pencegahan untuk Mengurangi Risiko Kerusakan

Sebagai tambahan, Ali juga menekankan pentingnya pencegahan untuk meminimalkan kerusakan. "Sebaiknya parkir kendaraan di tempat yang lebih tinggi atau gunakan penutup kendaraan yang tahan air, terutama jika tinggal di daerah rawan banjir," ujarnya.

Dengan langkah pencegahan dan penanganan yang tepat, pemilik sepeda motor dapat mengurangi risiko kerusakan jangka panjang akibat banjir.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kapal Selam Wisata Tenggelam di Laut Merah, 6 Orang Tewas
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau