Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan Juru Parkir Liar di Puncak Sulit Diberantas

Kompas.com - 04/07/2024, 12:12 WIB
Gilang Satria,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Video viral di media sosial memperlihatkan fenomena tumbuhnya juru parkir liar di Kawasan Puncak, Bogor, di lokasi bekas penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan belum lama ini.

Video yang diunggah akun Instagram, Jabodetabek Terkini tersebut memperlihatkan, beberapa pengguna sepeda motor yang ingin menikmati suasana alam tapi kemudian dimintai parkir oleh juru parkir liar.

Baca juga: Drama Maxus Indonesia, Bagaimana Nasib Konsumen MG yang Sudah SPK?

Dalam video terlihat juru parkir liar tersebut menggunakan rompi hijau seakan juru parkir resmi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Jabodetabek Terkini (@jabodetabek.terkini)

“Pasca penertiban PKL di sepanjang ruas jalan Kawasan Puncak - Bogor, kini muncul fenomena juru parkir liar di salah satu lokasi spot. Dalam video terlihat seorang jukir tengah menunggu saat rombongan motor selesai berfoto,” tulis keterangan video dikutip, Kamis (4/7/2024).

Muncul anggapan di masyarakat pedagang liar boleh digusur tapi parkir tetap jalan.

Pemerhati masalah transportasi dan hukum, Budiyanto mengatakan, parkir liar banyak terjadi di jalan - jalan yang berdekatan dengan sentra kegiatan masyarakat. Munculnya juru parkir liar karena melihat kesempatan.

Baca juga: Momen Sopir Truk Menjelaskan Bahaya Blind Spot pada Kendaraan Besar

“Hal ini terjadi karena adanya supply and demand. Dalam arti keberadaan mereka (juru) parkir liar karena adanya kebutuhan masyarakat,” kata Budiyanto dalam keterangan resmi.

“Ada hukum kausalitas atau sebab akibat. Juru parkir liar melihat ruang kegiatan masyarakat menjadi maqnet tersendiri. Apalagi jika ada pengendara yang memarkirkan motornya tidak pada tempatnya.

Budiyanto mengatakan, juru parkir liar sulit diberantas sebab pengawasan yang dilakukan petugas mengalami pasang surut termasuk penegakan hukumnya.

Parkir liar secara empiris lebih kuat dibandingkan dengan pengawasan dan penegakan hukum oleh aoarat. Apalagi penegakan hukum masih dengan cara konvensional,” ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
sama ma angkot dmna ada keramyan di situ ada angkot ngetem jangan salahkan


Terkini Lainnya

Mengemudi Aman di Arus Balik Lebaran: Panduan Lengkap

Mengemudi Aman di Arus Balik Lebaran: Panduan Lengkap

Tips N Trik
Arus Balik dari Surabaya ke Jakarta, Saldo E-Toll Minimal Rp 1 Juta

Arus Balik dari Surabaya ke Jakarta, Saldo E-Toll Minimal Rp 1 Juta

Tips N Trik
Arus Balik Lebaran mulai Terlihat di Terminal Pulo Gebang

Arus Balik Lebaran mulai Terlihat di Terminal Pulo Gebang

Niaga
Diskon Tarif Tol 20 Persen di Tol Cipali Berlaku Sampai Hari Ini

Diskon Tarif Tol 20 Persen di Tol Cipali Berlaku Sampai Hari Ini

News
[POPULER OTOMOTIF] Kecelakaan, Gran Max Habis Dipereteli Warga Tersisa Bodi dan Rangka | Penurunan Arus Mudik Lebaran 2025: Analisis Data dan Penyebabnya | Update Info Jalur Puncak Bogor, One Way dari

[POPULER OTOMOTIF] Kecelakaan, Gran Max Habis Dipereteli Warga Tersisa Bodi dan Rangka | Penurunan Arus Mudik Lebaran 2025: Analisis Data dan Penyebabnya | Update Info Jalur Puncak Bogor, One Way dari

Feature
Laporan Langsung Arus Balik di Tol Trans Jawa: Arus Padat One Way

Laporan Langsung Arus Balik di Tol Trans Jawa: Arus Padat One Way

News
JBA Investigasi Penyebab Kebakaran 18 Mobil Lelang di Banjarmasin

JBA Investigasi Penyebab Kebakaran 18 Mobil Lelang di Banjarmasin

News
Arus Balik, One Way Arah Jakarta Berlaku dari Km 219 Tol Palimanan-Kanci

Arus Balik, One Way Arah Jakarta Berlaku dari Km 219 Tol Palimanan-Kanci

News
Kenali Jenis Kerusakan Ban Mobil yang Tak Bisa Lagi Ditambal

Kenali Jenis Kerusakan Ban Mobil yang Tak Bisa Lagi Ditambal

Tips N Trik
Gejala Kopling Mobil Manual Mulai Habis dan Harus Diganti

Gejala Kopling Mobil Manual Mulai Habis dan Harus Diganti

Tips N Trik
Arus Balik Mulai Padat, Contraflow di Tol Japek Berlaku dari Km 70

Arus Balik Mulai Padat, Contraflow di Tol Japek Berlaku dari Km 70

News
Pebalap Indonesia Raih Waktu Tercepat di FP1 Lamborghini Super Trofeo Asia 2025 di Sydney

Pebalap Indonesia Raih Waktu Tercepat di FP1 Lamborghini Super Trofeo Asia 2025 di Sydney

Sport
Bahaya Tidur di Dalam Mobil yang Berhenti dengan Mesin Hidup

Bahaya Tidur di Dalam Mobil yang Berhenti dengan Mesin Hidup

Feature
Ini Hak Konsumen Saat Titip Parkir Kendaraan

Ini Hak Konsumen Saat Titip Parkir Kendaraan

Feature
ASN Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2025 Bisa Disanksi

ASN Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2025 Bisa Disanksi

News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau