Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Risiko Telat Ganti Oli Transmisi pada Mobil Matik

Kompas.com - 02/04/2024, 11:02 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

KLATEN, KOMPAS.com - Waktu penggantian oli transmisi matik pada mobil bisa mengikuti anjuran pada buku pedoman servis yakni tiap 100.000 Km atau lebih dini, tergantung kondisinya.

Bila kualitas oli transmisi matik sudah buruk sebelum waktu penggantian yang disarankan artinya diperlukan penggantian oli lebih dini. Maka dari itu setiap service mekanik akan memeriksa kualitasnya sebagai langkah antisipasi.

Pemilik Aha Motor Yogyakarta Hardi Wibowo mengatakan penggantian oli transmisi matik tidak boleh telat karena kualitasnya berpengaruh terhadap performa kendaraan dan keawetan komponen.

Baca juga: Penyebab Oli Transmisi Matik Berubah Warna Jadi Putih

Body control valve merupakan tempat manajemen aliran oli transmisi matikTangkapan layar Body control valve merupakan tempat manajemen aliran oli transmisi matik

Telat ganti oli transmisi matik pastinya akan membuat oli kotor, mengoperasikan kendaraan dengan kondisi tersebut termasuk dalam tindakan yang salah, karena risikonya banyak bila kotoran sudah menumpuk,” ucap Hardi kepada Kompas.com, belum lama ini.

Hardi mengatakan kotoran yang menumpuk ini akan berdampak pada saluran kecil berupa labirin yang ada di area body control valve (BCV). JIka sampai ada saluran yang tersumbat maka dampaknya bisa fatal.

Perlu diketahui BCV merupakan kendali aliran oli di dalam transmisi matik untuk menentukan mobil maju, mundur, percepatan berapa yang sesuai kebutuhan dan sebagainya. Sehingga ketika aliran oli ini tidak sesuai arah serta tekanannya akan menyebabkan masalah.

Baca juga: Ini Pentingnya Ganti Oli Transmisi secara Rutin

Release button pada tuas transmisi mobil matikKOMPAS.com/STANLY RAVEL Release button pada tuas transmisi mobil matik

“Gejala yang timbul bisa berupa jeda, sehingga ketika tuas matik sudah dipindahkan kendaraan tidak langsung jalan, ini menandakan ada hambatan pada saluran oli, akibatnya piston tidak menekan kopling secara maksimal,” ucap Hardi.

Tidak hanya jeda, gejala lain juga bisa muncul seperti selip, hentakan, bahkan tenaga berkurang. Itu semua merupakan dampak dari tekanan oli yang tidak sesuai.

“Solusi dari penurunan performa transmisi matik itu bisa beragam tergantung seberapa parah kerusakannya, umumnya transmisi harus diturunkan untuk diperiksa komponen dalamnya yang rusak,” ucap Hardi.

Baca juga: Posisi Tuas Transmisi Mobil Matik yang Pas Saat Macet di Tanjakan


Biaya perbaikan transmisi matik juga tergantung dari kerusakan. Semakin banyak komponen yang harus diganti, maka semakin besar biaya dibutuhkan. Maka dari itu, penggantian oli matik tidak boleh telat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com