Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahaya Nyata Membiarkan Anak di Bawah Umur Berkendara di Jalan Raya

Kompas.com - 23/03/2023, 06:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak jarang kita melihat pemandangan pengendara sepeda motor atau mobil di Indonesia dikendalikan oleh anak di bawah umur.

Hal ini lantaran banyak orang tua yang masih buta moral dengan membiarkan anak-anaknya yang masih belum cukup umur mengendarai sepeda motor atau mobil di jalan umum. Ketidakmatangan mereka memunculkan peluang menjadi korban atau sebagai penyebab kecelakaan.

Seperti kasus yang belum lama terjadi melibatkan pengendara Yamaha R25 berinisial KP yang baru berusia 15 tahun. Pengendara motor di bawah umur itu menabrak seorang warga Semarang, Jawa Tengah hingga akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Alasan Transmisi CVT Tidak Dibekali Dipstick untuk Pengecekan Oli

Dalam rekaman CCTV yang beredar, pengendara Yamaha R25 yang membonceng seseorang itu melaju dengan kecepatan tinggi.

Lalu saat melintas di lokasi kejadian, tepatnya di Jalan Mayjen Sutoyo, Depan Gang Anggrek III, Kota Semarang, motor menabrak korban berinisial VR yang mengendarai Yamaha Jupiter bersama rekannya.

“Sepeda motor Jupiter tabrakan dengan pengendara sepeda motor Yamaha R25 yang melaju dengan kecepatan tinggi. Saat itu sepeda motor Yamaha R25 melaju dari arah MT Haryono ke Gajah Mada,” ucap Kasubnit Lantas Polrestabes Semarang, Gakkum Ipda Agus Trihandoko, dikutip dari Kompas.com, Rabu (22/3/2023).

Alhasil kecelakaan pun tak dapat dihindari, VR menghembuskan napas terakhirnya usai koma 12 hari di rumah sakit.

Ilustrasi siswa bermotor.Tribun Jogja Ilustrasi siswa bermotor.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Main Dealer motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang Agus Sani mengatakan, anak-anak jangan sampai dibiarkan mengendarai sepeda motor karena belum memiliki kemampuan memprediksi bahaya dengan baik.

“Jika dilihat dari sisi safety riding, pengendara seperti itu memiliki potensi kecelakaan yang sangat besar, baik untuk dirinya dan juga orang lain,” ucap Agus.

Selain kemampuan memprediksi bahaya, pengendalian emosi anak-anak juga masih sangat labil. Misalnya jika melihat posisi akan mudah takut. Ini membuat anak-anak memiliki sikap berkendara yang tidak aman.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com