Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IK-CEPA Resmi, Prospek Otomotif Korsel di Tanah Air Semakin Cerah

Kompas.com - 09/01/2023, 07:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesepakatan kemitraan perdagangan antara Indonesia dengan Korea Selatan (Korsel), Indonesia-Korea Comperhensive Economic Partnership Agreement atau IK-CEPA resmi berlaku pada 1 Januari 2023.

Implementasi ini, sebagaimana dikatakan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, sekaligus menandai peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia bersama Korsel yang sudah berlangsung sejak 2017 lalu.

"Dengan diimplementasikannya IK- CEPA pada awal tahun ini, para pelaku usaha dapat memanfaatkan cakupan IK-CEPA yang komperhensif. Misalnya penghapusan tarif bea masuk perdagangan, peningkatan perdagangan jasa, sampai pengembangan peluang investasi," katanya dikutip Kompas.com dari laman resmi Kemendag, Minggu (8/3/2023).

Baca juga: PO Haryanto Langsung Rilis 2 Bus Baru Usai Rian Mahendra Keluar

Pabrik perakitan mobil Hyundai di Jeonju, Korea Selatan.YONHAP / AFP Pabrik perakitan mobil Hyundai di Jeonju, Korea Selatan.

Lebih jauh, Zulkifli mengatakan, bila perjanjian IK-CEPA akan memberi berbagai manfaat bagi Tanah Air. Pertama, semakin terbukanya akses untuk ekspor barang dari Indonesia ke sana (Korea Selatan).

Sebab melalui kerja sama dagang ini, Korsel memberikan kemudahan dalam hal tarif bea masuk berupa eliminasi 11.267 pos tarif atau 95,5 persen total pos tarif menjadi nol (0) persen.

Beberapa produk yang akan semakin terbuka akses pasarnya, antara lain sepeda, sepeda motor, aksesori kendaraan bermotor, produk olahan ikan, salak, dan produk tekstil seperti kaos kaki.

Lalu, peluang peningkatan investasi yang bersifat jangka panjang juga semakin terbuka lebar. Apalagi selama ini Korsel telah menunjukkan keseriusan berinvestasi di Indonesia, khususnya pada sektor otomotif, logam, kimia, dan energi terbarukan.

Baca juga: Segini Rata-rata Gaji Sopir Bus AKAP di Indonesia

Pabrik HyundaiKompas.com/Donny Pabrik Hyundai

Sebagai contoh, masuknya investasi sebesar 1,155 miliar dollar AS atau Rp 20 triliunan dari Hyundai untuk membuat pabrik kendaraan bermotor di Delta Mas, Cikarang, Jawa Barat.

Fasilitas ini, digunakan PT Hyundai Motors Indonesia untuk memproduksi mobil berbahan bakar dan kendaraan listrik seperti Ioniq 5. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasinya sampai akhir 2022 sudah mencapai Rp 14 triliun.

Kemudian ada juga komitmen senilai 1,1 miliar dollar AS atau Rp 15,95 triliun dari Hyundai dan LG Energy Solution Ltd melalui nota kesepahaman (MoU) pada 2021, untuk membuat pabrik baterai mobil listrik di wilayah Karawang, Jawa Barat.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.