Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Toyota Sebut Banyak Tantangan bila Masuk ke Era Kendaraan Listrik

Kompas.com - 01/12/2022, 16:57 WIB
|

BANDUNG, KOMPAS.com – Indonesia tengah menyongsong era elektrifikasi dalam industri otomotif nasional. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pabrikan otomotif untuk dapat berkontribusi dan mempertahankan posisi sebagai basis produksi dan ekspor global.

Direktur Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam, mengatakan, kesiapan sumber daya manusia (SDM) jadi faktor penentu keberhasilan pada era elektrifikasi.

“Jadi banyak yang bilang, kalau elektrifikasi, kita kan punya nikel. Sebenarnya SDM nomor satu. Punya natural resources, tapi enggak punya SDM-nya, ini jadi tidak mungkin. SDM-nya ini dari hulu sampai hilir,” ujar Bob kepada wartawan, Kamis (1/12/2022).

Baca juga: ITS Bikin Mobil Listrik, Daya Jelajahnya sampai 200 Km

Toyota bZ4X Meriahkan Pameran Kendaran Elektrifikasi di Nusa Dua BaliToyota Toyota bZ4X Meriahkan Pameran Kendaran Elektrifikasi di Nusa Dua Bali

“Mulai dari baterai di hulu, sampai after market di hilir. Misal baterai rusak, gimana service-nya, salesman juga kan harus di-training, belum engineers, insurances, semua juga berubah,” kata dia.

Menurutnya, kehadiran beragam teknologi kendaraan elektrifikasi rendah emisi yang lengkap, melalui pendekatan strategi multi-pathway menjadi kunci keberhasilan Indonesia pada masa elektrifikasi.

Bob juga menambahkan, transisi kendaraan elektrifikasi yang tidak tertata akan melemahkan posisi Indonesia sebagai basis global industri otomotif.

Baca juga: Tol Trans-Sumatera Memicu Lonjakan Penumpang Bus AKAP

“Bagaimana menyiapkan orang-orang. Belum recycle baterainya. Kan banyak yang nanya, baterainya kalau enggak terpakai gimana? Di negara lain, baterai yang udah 10 tahun itu direkondisi lagi dan dijual dengan harga sepertiga dengan garansi dan sebagainya,” ucap Bob.

“Sehingga terciptalah yang namanya second line komponen. Sehingga konsumen itu ada peace of mind, enggak khawatir beli mobil listrik, karena ada baterai seken juga. Di negara lain sudah sampai situ, di kita belum,” tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.