Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanpa Insentif PPnBM, Penjualan LCGC Melambat Oktober 2022

Kompas.com - 17/11/2022, 06:42 WIB
Ruly Kurniawan,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja penjualan mobil berkategori Low Cost Green Car (LCGC) alias mobil murah mulai melambat di Oktober 2022 seiring habisnya masa pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) pada kuartal IV/2022.

Pasalnya dengan kebijakan itu, model kendaraan seperti Toyota Calya, Daihatsu Sigra, sampai Honda Brio Satya mengalami peningkatan harga sampai Rp 2 jutaan mulai September 2022, dengan rentang harga sekitar Rp 110 juta sampai Rp 186 jutaan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 5/PMK.010/2022, yang membuat LCGC dikenakan pajak 3 persen dari sebelumnya 0 persen atau dibebaskan beban PPnBM.

Baca juga: Angka Produksi Pabrikan Mobil Oktober 2022 Menurun

Ilustrasi All New Honda Brio SatyaDok. GridOto Ilustrasi All New Honda Brio Satya

Sementara pilihan mobil Rp 200 jutaan juga sudah mulai ramai di pasar dalam negeri, seperti Toyota Raize, Daihatsu Sirion, Daihatsu Rocky, Suzuki S-Presso, Honda Brio RS, sampai Honda WR-V yang baru diluncurkan.

Diolah dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada bulan kesepuluh tahun ini, penjualan mobil murah ini mengalami penurunan 2,2 persen dibandingkan September 2022 jadi 18.062 unit.

Namun memang secara volume, capaian terkait masih jauh lebih baik dibanding Oktober 2021 yang hanya mampu membukukan penjualan 11.187 unit. Naik 61,4 persen.

Tapi perlu diingat, sepanjang 2021 kondisi pandemi masih mencekam sehingga aktivitas masyarakat masih dibatasi, termasuk pameran otomotif.

Sehingga bila ingin dibandingkan, agaknya kurang tepat. Mengingat pameran otomotif di dalam negeri mampu merangsang daya beli masyarakat secara signifikan.

Baca juga: Generasi Ke-5 Toyota Prius Meluncur, Jadi Lebih Ganteng

Ilustrasi pameran otomotif GIIAS 2022KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi pameran otomotif GIIAS 2022

Lihat saja total penjualan mobil di September 2022, angkanya mampu mencapai 99.986 unit sehingga sontak menjadi capaian tertinggi penjualan kendaraan di sepanjang tahun 2022. Sementara pasar LCGC saat itu mencapai 18.469 unit.

Menurunnya penjualan tersebut juga diindikasi karena kondisi pasokan komponen cip semikonduktor yang belum normal sejak semester II/2022. Membuat sejumlah manufaktur di Indonesia terkendala untuk memproduksi suatu kendaraan bermotor.

Kemudian perwakilan merek yang hadir di segmen ini juga semakin sedikit. Pada 2019, masih ada lima pabrikan yang menawarkan mobil LCGC yaitu Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, serta Datsun. Kini, tersisa tiga pabrikan saja yakni Toyota, Daihatsu, dan Honda.

Sebagai informasi, sepanjang Oktober 2019 penjualan LCGC mencapai 20.603 unit dengan penguasaan pasar 22,5 persen (total pasar 91.240 unit).

Baca juga: Bahlil Ajak Australia Kembangkan Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

Ilustrasi Toyota CalyaKOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi Toyota Calya

Meski demikian, segmen LCGC masih menjadi salah satu kontributor utama pada penjualan mobil di Indonesia, selain Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) dan Low Sport Utility Vehicle (LSUV) dengan penguasaan pasar 19,3 persen.

Adapun LCGC terlaris pada Oktober 2022 ialah Toyota Calya dengan penjualan 4.913 unit. Kemudian, diikuti Honda Brio Satya dengan 4.469 unit dan Daihatsu Sigra 3.738 unit.

Lebih jauh, berikut daftar penjualan LCGC per-Oktober 2022 (wholesales):

1. Toyota Calya: 4.913 unit
2. Honda Brio Satya: 4.469 unit
3. Daihatsu Sigra: 3.738 unit
4. Toyota Agya: 2.720 unit
5. Daihatsu Ayla: 2.222 unit

Sementara penjualan LCGC per-September 2022 ialah sebagai berikut (wholesales):

1. Toyota Calya: 5.364 unit
2. Honda Brio Satya: 4.695 unit
3. Daihatsu Sigra: 4.245 unit
4. Daihatsu Ayla: 2.036 unit
5. Toyota Agya: 1.978 unit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com