Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenperin Sebut Pembuatan Cip Semikonduktor Butuh Investasi Besar

Kompas.com - 11/11/2022, 14:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah RI melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya untuk dapat memproduksi cip semikonduktor di dalam negeri agar memastikan proses produksi kendaraan selalu lancar, tak terkecuali kendaraan listrik.

Hanya saja, sebagaimana dikatakan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, Taufik Bawazier, hal itu tidaklah mudah karena proses pembuata cip untuk kendaraan listrik rumit.

"Cip semikonduktor itu mata rantainya panjang, mulai desain, masuk ke tahap foundry, testing, sampai assembling dan pengujian akhir, front end dan back end," katanya belum lama ini.

Baca juga: Mobil Listrik DFSK Seres SF5 Akan Diproduksi di Indonesia

Ilustrasi cip semikonduktorTHEGUARDIAN.com/Vlad Deep/Alamy Ilustrasi cip semikonduktor

Belum lagi saat masuk pencetakan. Sehingga, lanjut Taufiek, investasi untuk pembuatan cip semikonduktor sangatlah besar.

Di samping itu, Amerika Serikat (AS) sendiri akan membangun pabrik secara mandiri karena masalah geopolitik perang Rusia dan Ukraina, yang membuat semikonduktor langka.

“Sekarang di dunia ini penghasil terbesar semikonduktor adalah TSMC dan Samsung. Yang lain ada tapi tidak sebesar mereka,” kata dia.

Taufik menceritakan bahwa pemerintah sempat mengadakan diskusi dengan AS soal potensi Indonesia untuk semikonduktor. Sebab ketersediaan pasir silika yang merupakan bahan untuk mencetak semikonduktor di Tanah Air cukup besar.

Baca juga: Dorong Era Elektrifikasi, Hyundai Usul Ada Insentif Bea Masuk Impor Komponen

Ilustrasi kendaraan listrik.(Dok. Shutterstock/ BigPixel Photo) Ilustrasi kendaraan listrik.

“Itulah yang kita purpose, nanti setelah ini kita juga diskusi lengkap dengan USINDO. Jadi minta pengusaha Amerika untuk mem-follow up proyek-proyek kita bahwa nanti Indonesia harus punya satu desain center untuk semikonduktor,” ucap Taufik.

Selain itu, bisa juga dibuat semacam pabrik yang menjadi mimpi Indonesia, kata Taufik, karena investasinya mahal. Sementara asembling dan pengujian untuk semikonduktor sudah ada di Batam bernama PT Infineon Technologies.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.