Kompas.com - 25/10/2022, 16:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Fuso eCanter memang sudah resmi meluncur secara global dengan tampilan yang baru. Pada pameran Bauma di Munich, Jerman, hadir eCanter dengan bodi bak yang cocok untuk truk konstruksi.

Phillip Panter, Head of Sales, Marketing & Customer Service Fuso Europe menjelaskan, produk yang dipamerkan merupakan eCanter pertama yang menggunakan bak yang dilengkapi sistem hidraulis.

"Kami menegaskan kalau manfaat dari Fuso Canter biasa juga bisa ditemui di varian electric (eCanter). Berkat kekokohan dan varian, eCanter cocok untuk digunakan di industri konstruksi," ucapnya dikutip Kompas.com dari siaran resmi, Selasa (25/10/2022).

Baca juga: Setelah Denpasar, Mitsubishi Fuso eCanter Diuji Coba di Jakarta

Robust, effizient und batterieelektrisch: Daimler Truck-Tochter FUSO präsentiert auf der bauma 2022 den Next Generation eCanter mit Abrollkipper für die Baubranche  

Robust, efficient and battery-electric: Daimler Truck subsidiary FUSO presents the Next Generation eCanter with roll-off tipper for the construction industry at bauma 2022 Daimler Truck Global Communicati Robust, effizient und batterieelektrisch: Daimler Truck-Tochter FUSO präsentiert auf der bauma 2022 den Next Generation eCanter mit Abrollkipper für die Baubranche Robust, efficient and battery-electric: Daimler Truck subsidiary FUSO presents the Next Generation eCanter with roll-off tipper for the construction industry at bauma 2022

Agar semakin sesuai dengan permintaan pasar, Fuso sudah memberikan berbagai varian eCanter. Truk listrik kecil ini tersedia enam pilihan wheelbase dari 2.500 mm sampai 4.750 mm.

Selain itu, Gross Vehicle Weight (GVW) eCanter juga tersedia dari 4,25 ton sampai 8,55 ton. Untuk motor listrik, tersedia dua model, pertama dengan kekuatan 147,5 TK (GVW 4,25 dan 6 ton) serta 172,9 TK untuk GVW 7,49 dan 8,55 ton dan torsi 430 Nm.

Kemudian, baterai juga kini tersedia tiga pilihan, yakni S (41 kWh), M (83 kWh), dan L (124 kWh). Memakai teknologi LFP, eCanter bisa menempuh jarak 70 Km (S), 140 Km (M), dan 200 Km (L).

Baca juga: Kapolri Melarang Tilang Manual di Jalan, Kecuali Tindak Ini


Soal pengecasan, eCanter juga memerhatikan kebutuhan, jadi bisa memakai model AC maupun DC. Kalau dicas memakai DC 104 kW, dari 20 persen sampai 80 persen cuma 24 menit (S), 26 menit (M), dan 39 menit (L).

Sedangkan kalau pakai AC mengecasnya butuh waktu empat sampai enam jam, tergantung dari ukuran baterai.

Kalau melihat eCanter di Indonesia, saat ini sedang diuji coba oleh B-Log di Jakarta. Melalui PoC yang dilaksanakan, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB) mau mendapatkan masukan lebih lanjut dari konsumen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.