Kompas.com - 08/09/2022, 17:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Wacana Pemerintah Indonesia dalam program elektifikasi kendaraan bermotor nampaknya masih penuh tantangan.

Kendati sejak Sabtu, 3 September 2022 harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar resmi naik, namun fenomena ini tidak serta merta membuat masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik.

Baca juga: Komunitas Harley-Davidson Gelar Kejuaraan Balap

Mengingat harga kendaraan listrik yang lebih tinggi dari kendaraan konvensional, tentunya masih menjadi polemik untuk mencuri perhatian pasar.

Apalagi, supply baterai kendaraan listrik di dalam masih terbatas sehingga harga dari kendaraan listrik masih cenderung mahal bagi kantong banyak orang.


Pengamat otomotif Bebin Djuana mengatakan jika persoalan tingginya harga kendaraan listrik bisa diminimalisir jika bisa baterai bisa diproduksi dalam negeri.

“Kalau baterai sudah diproduksi di dalam negeri tentu berpengaruh pada harga kendaraan yang dilengkapi baterai lokal,” kata Bebin kepada Kompas.com, Kamis (8/9/2022).

Di Indonesia sendiri saat ini baru ada satu perusahaan yang sudah memproduksi cells baterai LFP untuk kendaraan roda dua dari PT Intercallin yang terkenal dengan Baterai ABC. Akan tetapi bahan baku produksi masih mengandalkan impor dari luar negeri.

Pengadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Belitung untuk mendukung Development Ministerial Meeting (DMM) G20, 7-9 September 2022.KOMPAS.com/HERU DAHNUR Pengadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Belitung untuk mendukung Development Ministerial Meeting (DMM) G20, 7-9 September 2022.

Sementara itu untuk kendaraan listrik roda empat ada LG Chemical yang investasi untuk memproduksi tipe baterai NMCA. Namun harga baterai ini diprediksi akan dijual dengan harga yang mahal.

Maka dari itu, mengingat ekosistem baterai listrik dalam negeri saat ini belum kuat sehingga belum bisa dipastikan kapan permasalahan harga kendaraan listrik akan teratasi.

“Soal seberapa harga kendaraan bisa ditekan belum bisa diperkirakan sekarang,” kata Bebin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.