Kompas.com - 16/06/2022, 14:31 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com - Mobil transmisi matik saat ini banyak di gandrungi masyarakat. Alasannya, karena kemudahan pengoperasian, utamanya bagi yang kerap melakukan mobilitas di perkotaan.

Beda satu mobil matik dan lainnya, selain pada jenis, yakni terletak pada alur perpindahan tuas transmisi, di mana ada yang model lurus dan zig-zag. 

Model tuas gate sistem pengoperasian dengan cara zig zag, sedangkan pada jenis straight pabrikan mendesain model alur perpindahan girboks dengan bentuk lurus. 

Baca juga: Update Harga BBM per Juni 2022, BP Naik Rp 1.000

Meski kedua model tersebut berbeda, Menurut Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, secara fungsi tidak jauh berbeda.

Jadi jika pengendara memindahkan tuas transmisi dari P ke D atau pada posisi gigi lainnya, maka dilakukan mengikuti jalur sesuai jalur yang disediakan. 

"Secara fungsi sama saja, hanya model tuasnya yang berbeda. Karena itu, cara pengoperasian model straight dan zig zag yang mesti di pahami," ucapnya kepada Kompas.com, Kamis (16/6/2022). 

tombol pengunci yang ada tuas transmisi matikKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda tombol pengunci yang ada tuas transmisi matik

Bukan tanpa sebab, desain dari pabrikan membedakan tuas transmisi model zig zag dan straight lantaran meminimalisir risiko bergesernya tuas transmisi. Dengan model berjenjang, otomatis tuas transmisi tidak akan bergeser sendirinya. 

"Biasanya kalau sedang berkendara tanpa sadar tidak sengaja menyengol tuas transmisi, tapi bila dibuat dengan model zig-zag maka akan lebih aman. Tuas yang tersenggol anggota tubuh biasanya lutut tidak mudah geser ke posisi lain," katanya. 

Jauh berbeda jika dengan model vertikal atau straight, menurut Bambang, kelihatannya sepele karena modelnya simpel, tetapi untuk faktor keamanan pabrikan melengkapi dengan fitur realese atau tombol pengunci. 

Tuas transmisi CVT dan rem parkir elektris milik Mitsubishi Xpander terbaru.KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Tuas transmisi CVT dan rem parkir elektris milik Mitsubishi Xpander terbaru.

Umumnya, untuk memudahkan tangan pengendara, tombol realese di desain berada pada bagian samping atau belakang. Jika pengendara akan memindahkan tuas dari posisi P ke D, kaki menginjak pedal rem sambil ibu jari memencet tombol lock untuk bisa mengoper gigi transmisi.

Jadi, alur perpindahannya sebelum posisi gigi melewati R, tombol itu ditekan baru tuas transmisi bisa digeser. 

Baca juga: Fortuner Pelat RF Terobos Busway, Lolos Meski Ada Polisi

"Tombol lock fungsinya pengunci atau pengaman agar tak mudah geser. Fungsi lainnya yaitu tombol shift lock membantu pengemudi saat mobil di parkir paralel. Biasanya, posisi parkir di mall atau perkantoran memungkinkan mobil untuk di dorong karena keterbatasan slot parkir," bebernya. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.