Kasus Innova Ludes Terbakar, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Kompas.com - 24/04/2022, 14:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil Toyota Innova Reborn di Tuban, Jawa Timur yang ditumpangi satu keluarga tiba-tiba terbakar setelah mengisi bahan bakar di SPBU, Sabtu (23/4/2022) dini hari.

Dikutip dari Kompas Regional Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tuban Gunadi mengatakan, setelah mengisi BBM di SPBU, mobil berjalan namun tiba-tiba mesinnya mati.

"Setelah berhenti, tiba-tiba bagian kabin mobil mengeluarkan asap dan sempat empat kali meledak hingga mobil terbakar hangus," ujar Gunadi, Sabtu (23/4/2022).

Baca juga: Mudik Jakarta-Surabaya Bawa Innova Diesel, Siapkan Dana Rp 1,5 Jutaan

Bangkai mobil kijang innova yang terbakar di jalan raya Tuban - Babat di Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sabtu (23/4/2022).KOMPAS.COM/HAMIM Bangkai mobil kijang innova yang terbakar di jalan raya Tuban - Babat di Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sabtu (23/4/2022).

Dalam waktu satu jam, petugas Damkar berhasil memadamkan api. Bodi mobil tersebut hangus setelah dilalap si jago merah.

Belum diketahui penyebab terbakarnya mobil tersebut. Hingga saat ini petugas masih melakukan penyelidikan terkait ledakan mobil itu.

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi mengatakan, ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebab mobil terbakar, terutama yang ciri-cirinya mesin mobil mati.

Baca juga: Bus Tingkat Baru PO Safari Dharma Raya, Tampilan Gaya Eropa


"Belum tahu pemicunya apa, memang harus diinvestigasi. Mungkin ada korsleting, namun dari mana yang belum tahu, apakah ada modifikasi atau tidak," ucap Didi kepada Kompas.com, Minggu (24/4/2022).

Modifikasi pada kendaraan terutama soal kelistrikan sebenarnya tidak disarankan. Mengingat ubahan yang dilakukan tanpa standar yang baik bisa berpotensi menyebabkan kebakaran.

"Modifikasi kelistrikan harus dilihat wiring diagramnya, jangan salah menyambung, apalagi main suntik kabelnya," kata Didi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.