BPJT Kombinasikan Teknologi Bayar Tol Nirsentuh dan Pemantau Truk ODOL

Kompas.com - 18/02/2022, 09:12 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana untuk menggabungkan sistem pembayaran tol nirsentuh dan pemantauan kendaraan over dimension dan over load (ODOL) di jalan tol.

Eka Pria Anas, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Akademisi, mengatakan, saat ini BPJT sedang mencoba mengimplementasikan teknologi weigh in motion (WIM) di beberapa ruas jalan tol.

“Kami berencana agar teknologi MLFF (Multi Lane Free Flow) mencakup teknologi tilang elektronik,” ujar Eka, disitat dari Antara (17/2/2022).

Baca juga: Modus Pengendara Motor Ketok Kaca Mobil Minta Uang, Jangan Kasih Celah

“Dan juga dengan teknologi sistem pemantau kendaraan ODOL atau Overload and Over Dimensions vehicles monitoring system,” kata dia.

Sebelumnya, BPJT mengungkapkan bahwa aplikasi transaksi tol nirsentul MLFF akan diluncurkan pada Juli 2022.

“Teknologi WIM tersebut dapat dikombinasikan dengan sistem MLFF, namun hal tersebut masih dalam proses,” ucap Eka.

Baca juga: Taksi Terbang Listrik Siapkan Rute Singapura-Indonesia pada 2024

Sistem MLFF ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan melakukan transaksi melalui aplikasi khusus jalan tol di smartphone.Dok. Kementerian PUPR Sistem MLFF ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan melakukan transaksi melalui aplikasi khusus jalan tol di smartphone.

Seperti diketahui, pengguna tol nantinya dapat melakukan transaksi tol nirsentuh melalui tiga cara.

Antara lain melalui electronic on-board unit di mana pengguna tidak perlu menggunakan perangkat yang harus dibeli, namun cukup menggunakan smartphone dengan mengunduh sebuah aplikasi.

Selanjutnya ada alternatif menggunakan perangkat On-Board Unit (OBU) khusus, dengan skema bisnis tertentu, agar harganya bisa ditekan.

Terakhir, MLFF bisa menggunakan electronic route ticket atau tiket sekali jalan yang dapat dijadikan sebuah alternatif, mengingat perbedaan karakteristik masyarakat Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.