Mengenal Highway Hypnosis, Kejadian yang Bisa Dialami Siapa Saja di Jalan Tol

Kompas.com - 25/01/2022, 18:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan tol merupakan fasilitas umum tanpa hambatan yang bisa bermanfaat bagi penggunanya. Jalan yang tanpa hambatan membuat waktu tempuh ke tempat tujuan bisa dilalui lebih singkat.

Namun sayangnya, jalan tol memilik kontur yang datar dan monoton, sehingga kerap membuat pengemudi bosan bahkan mengantuk. Gejala dari berkurangnya konsentrasi ketika mengemudi di jalan tol bisa disebut dengan highways hypnosis.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, highways hypnosis terjadi karena kebosanan yang dialami pengemudi di jalan tol yang suasananya monoton.

Baca juga: Konvoi Mobil di Tol Andara, Ini Kronologis Lengkapnya Menurut Polisi

Pekerja memperbaiki salah satu ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) arah Cikopo di Kilometer 178, Rabu (8/7). Perbaikan dan penambahan fasilitas di ruas Jalan Tol Cipali terus dilakukan menjelang Lebaran.Kompas/Jumarto Yulianus Pekerja memperbaiki salah satu ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) arah Cikopo di Kilometer 178, Rabu (8/7). Perbaikan dan penambahan fasilitas di ruas Jalan Tol Cipali terus dilakukan menjelang Lebaran.

“Highways Hypnosis merupakan bagian dari satu kondisi fatigue (keletihan). Profile dari jalan bebas hambatan itu kan lurus, monoton, kemudian pemandangannya itu-itu saja, membosankan. Jadi pengemudi gampang terbuai, seperti dihipnotis,” ujar Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.

Highways hypnosis bisa diibaratkan pengemudi yang badannya sedang menyetir tapj pikirannya ke mana-mana. Jadi apa yang dilakukan dan yang dipikirkan tidak sama.

Jusri menjelaskan kalau kondisi ini bisa dialami siapa saja, walaupun sudah cukup tidur atau istirahat yang cukup. Sebab, pada dasarnya kondisi ini tercipta karena lingkungan yang membosankan.

Baca juga: Intip Desain Eksterior dan Interior Honda HR-V Facelift

Ketika mengemudi dalam pikiran yang kosong, risiko kecelakaan bisa meningkat. Misalnya pengemudi keluar lajur atau menabrak pembatas jalan sehingga kendaraannya terhenti dan bisa tertabrak mobil lainnya.

Untuk mencegah highways hypnosis, Jusri menyarankan pengemudi harus dalam kondisi yang fit, serta memiliki waktu tidur yang cukup baik. Kemudian, rencanakan perjalanan, rute yang dilewati harus benar-benar diperhatikan.

Pengemudi bisa melakukan scanning atau melihat area sekitar seperti itu bertujuan untuk menstimulus otak kita dari situasi monoton.

“Jadi, menstimulus otak kita bukan dengan menambah kecepatan agar adrenalin kita terpacu atau bermain handphone saat berkendara, itu tentu berbahaya,” ucap Jusri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.