Kemenhub Siapkan Pembatasan Mobilitas Jelang Libur Nataru

Kompas.com - 04/11/2021, 07:42 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPetugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah tengah bersiap melakukan pengendalian mobilitas masyarakat dan pengetatan protokol kesehatan, untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 usai masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Adita Irawati, Juru Bicara Kementerian Perhubungan, mengatakan, libur Nataru selalu identik dengan mobilitas masyarakat. Namun, jangan sampai mobilitas itu menimbulkan lonjakan kasus Covid-19.

“Kalau kita belajar dari Nataru tahun 2020 yang lalu, ini memang terjadi peningkatan mobilitas, itu sekitar ada 6 juta orang yang bergerak keluar dari Jabodetabek,” ujar Adita, dalam diskusi virtual yang disiarkan Youtube FMB9ID_IKP (3/11/2021).

Baca juga: Begini Pengecekan Syarat Perjalanan Transportasi Darat di Jawa-Bali

Sebanyak 16 titik lokasi penyekatan disiapkan Polda Banten untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang nekat mudik. Terutama dijalur menuju Pelabuhan MerakKOMPAS.COM/RASYID RIDHO Sebanyak 16 titik lokasi penyekatan disiapkan Polda Banten untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang nekat mudik. Terutama dijalur menuju Pelabuhan Merak

“Ini yang perlu diantisipasi, karena pada tahun lalu saja, dengan angka sebesar itu terjadi lonjakan kasus hampir 30 persen,” kata dia.

Adita juga mengatakan, pemerintah sedang menyusun langkah antisipasi untuk menahan pergerakan masyarakat.

Khususnya bagi orang yang akan berpergian untuk kepentingan liburan, wisata, termasuk juga kepentingan-kepentingan di sektor perekonomian yang lain.

Baca juga: Segera Meluncur, Perkiraan Harga Toyota Avanza Baru Mulai Keluar

Ilustrasi penyekatan di jalan tol Jakarta-CikampekDok. Jasa Marga Ilustrasi penyekatan di jalan tol Jakarta-Cikampek

“Apakah itu nantinya pembatasan mobilitas, ataukah pengetatan syarat. Yang paling penting sebenarnya adalah aktivitas di hulu itu bisa kita kendalikan. Karena transportasi ini hanya menangkap aktivitas yang ada di hulu,” ucap Adita.

“Kalau di hulunya tidak dikendalikan, transportasi yang dibatasi justru bisa berbalik. Berbalik dalam arti nanti terjadi antrean, terjadi over capacity, yang justru nanti tidak kondusif di situasi pandemi,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.