Kompas.com - 20/10/2021, 11:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena memboncengkan anak kecil di depan pengendara saat sedang naik sepeda motor masih kerap ditemui di jalan umum. Padahal, perilaku ini sangat berisiko dan membahayakan bagi si anak.

Head of Safety Riding Wahana Agus Sani mengatakan bahwa anak seharusnya diboncengkan di belakang pengendara. Ada beberapa risiko yang bisa membahayakan si anak ketika diposisikan duduk di depan pengendara.

"Sebaiknya kalau mau membonceng anak kecil sebaiknya di belakang, itu pun kalau masih terlalu kecil harus ada alat bantunya. Soalnya banyak bahayanya kalau di depan," kata Agus kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Begini Cara Bikin Maling Motor Sulit Beraksi

Si anak yang diboncengkan di depan pengendara sangat berisiko terkena batu, kerikil, dan debu jalanan. Anak hanya menjadi tameng pelindung bagi pengendara. Jelas hal ini merupakan contoh tindakan yang tak bertanggung jawab.

Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)Otomania/Setyo Adi Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)

Saat sepeda motor mulai berjalan, posisi kendaraan tentu melawan arah angin. Terpaan angin yang cukup kencang juga membahayakan si anak dari segi kesehatan.

Dari segi desain kendaraan, jok sepeda motor tidak dibuat untuk memboncengkan orang di depan pengendara. Tidak ada pegangan khusus yang aman untuk menjadi pegangan anak saat sepeda motor melaju.

Baca juga: Cara Mendapatkan Stiker Bukti Pembayaran Pajak Kendaraan

"Selain itu, juga bisa mengganggu kenyamanan pengendara dalam mengendalikan kemudi. Jika terjadi sesuatu bahaya yang mengharuskan bermanuver, keberadaan anak kecil di depan akan mengganggu pengendara," kata Agus lebih lanjut.

Belum lagi jika terjadi kecelakaan, anak kecil yang duduk di depan inilah yang akan terkena dampak terlebih dahulu akibat kecelakaan. Demi keamanan, sebaiknya memboncengkan anak di belakang pengendara dengan pendampingan atau alat khusus agar keseimbangan duduk si anak dapat terjaga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.