Apa Benar Pakai BBM Oktan Tinggi Bisa Dongkrak Performa Mobil?

Kompas.com - 15/09/2021, 08:12 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak sedikit pemilik kendaraan yang mengisi bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan yang lebih tinggi untuk mendapatkan performa lebih baik.

Misalnya untuk kendaraan yang dianjurkan menggunakan BBM RON 90 atau 92, tetapi malah diisi dengan BBM RON 95 bahkan 98.

Beberapa orang mengaku performa mesin menjadi lebih baik. Padahal, dalam jangka panjang, hal tersebut bisa berakibat pada penurunan performa, seperti konsumsi BBM yang lebih boros dan emisi gas buang yang lebih tinggi.

Baca juga: Sangat Mudah, Begini Tips Merawat Brake Lock pada Skutik

Technical Service Division Astra Honda Motor (AHM) Endro Sutarno mengatakan, pemilik kendaraan bermotor harus mengisi BBM sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Sebab, menurut Endro, jika nilai oktan lebih tinggi, bahan bakar tidak akan terbakar dengan sempurna.

Ilustrasi gas buang kendaraanwww.autoevolution.com Ilustrasi gas buang kendaraan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pembakaran yang tidak sempurna dapat menyebabkan kerak di dinding mesin dan membuat karbon yang menumpuk lebih banyak. Performa mesin juga akan berkurang, yang jelas bisa menyebabkan emisi tidak sesuai yang diharapkan,” ucap Endro kepada Kompas.com belum lama ini.

Menurunnya performa mesin saat menggunakan BBM dengan oktan tinggi tak hanya dialami sepeda motor, tetapi juga bisa terjadi di mobil.

Baca juga: Berhenti di Lampu Merah, Pengendara Motor Harus Tetap Waspada

Sementara itu, National Technical Leader PT Toyota Astra Motor Nurkholis menambahkan, pembakaran tidak akan sempurna jika nilai oktan yang terkandung di dalam BBM tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

“Kalau tidak terbakar secara sempurna, maka akan ada sisa-sisa partikel yang tidak habis terbakar. Sisa pembakaran itu akan berefek pada emisinya, sensornya tertutup kerak dan lain sebagainya,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.