Kompas.com - 27/08/2021, 10:42 WIB
Pelumas kendaraan www.netwaste.org.auPelumas kendaraan


JAKARTA, KOMPAS.com - Keterbatasan mobilitas selama pandemi Covid-19, membuat tidak sedikit pemilik kendaraan yang abai dengan perawatan mobilnya. Padahal, rutin melakukan servis sama saja memperpanjang usia pakai dari sebuah mobil, bahkan masih banyak manfaat lainnya.

Salah satu yang paling penting dalam perawatan berkala adalah pergantian pelumas mesin. Namun, karena kerap dianggap tidak penting atau malas melakukan servis, banyak yang mengambil jalan pintas dengan hanya menambah volume saja dengan asumsi adanya pengurangan pelumas di mesin.

Nyatanya, cara ini sangat tidak dianjurkan, sebab memiliki potensi yang cukup fatal.

Dengan tidak adanya kepastian berapa sisa oli dalam mesin, kemungkinan besar pemilik bisa terlalu banyak mengisi atau bahkan kurang dari takaran seharusnya.

Baca juga: Merawat Sepeda Motor Tanpa Harus ke Bengkel

Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso Suparman menagatakan, terkait mengganti oli yang tidak sesuai takaran itu ada dua hal, bisa kelebihan atau justru malah kurang jumlah volume liternya.

“Keduanya sama-sama punya dampak yang merugikan bagi pemilik mobil, tapi memang kerap dianggap remeh,” ujar Suparman beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Suparman, dampak negatif dari kelebihan oli bisa membuat kinerja mesin berat. Alhasil perfoma mesin juga menurun, tarikan pada putaran atas juga bakal terasa berat meski pedal gas sudah kick down.

Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGCSHUTTERSTOCK Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC

“Karena pelumas yang terlalu banyak membuat gelembung udara. Dampaknya pada kemampuan dalam melumasi juga mengurangi kerja pompa oli dalam mendistribusikan pelumas. Ujung-ujungnya kendaraan akan boros bahan bakar,” kata dia.

Baca juga: Waspada Flag-to-flag, Rossi Tetap Optimistis Jelang MotoGP Inggris

Sementara bila kekurangan oli, maka mesin akan lebih panas karena salah satu manfaat oli adalah sebagai distribusi panas pada mesin yang kemudian dapat diserap cairan pendingin radiator. Kondisi ini akan berakibat pada menurunnya kemampuan oli dalam melumasi metal yang bergerak dalam mesin.

“Kurang oli itu lebih fatal, suara mesin akan terdengar sangat kasar karena timbul gesekan akibat pelumas yang penyebarannya tidak menyeluruh. Ujung-ujungnya bisa rusak karena banyak keausan yang terjadi akibat gesekan antara material yang tidak bisa dihindarkan” kata Suparman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.