Perhatikan, Ini 3 Pantangan Agar Baterai Mobil Listrik Awet

Kompas.com - 13/06/2021, 15:21 WIB
Review Hyundai Kona Electric. SUV berpenggerak listrik dari Hyundai dengan banderol Rp 600 juta-an Kompas.com / SETYO ADIReview Hyundai Kona Electric. SUV berpenggerak listrik dari Hyundai dengan banderol Rp 600 juta-an
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Baterai merupakan komponen yang sangat penting pada kendaraan listrik, khususnya roda empat. Bahkan, bagian ini menentukan harga jual mobil listrik terkait.

Sehingga, cara merawat dan menjaga mobil listrik menjadi penting untuk diketahui bagi calon pemilik, sebagaimana dikatakan Putra Samiaji, Head of Before Service Department PT Hyundai Motors Indonesia (HMID).

"Sebenarnya ada beberapa hal yang dikurangi serta dicegah dalam menggunakan mobil listrik supaya kualitas baterai tak menurun. Tapi secara umum ada tiga yang penting," katanya belum lama ini.

Baca juga: Resmi, Ini Alasan Pemerintah Perpanjang Insentif PPnBM 0 Persen Hingga Agustus 2021

Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai IoniqKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai Ioniq

Pertama ialah jangan terlalu sering menggunakan fast charging (DC charger) atau arus yang langsung menuju ke battery management system, tanpa melalui on-board-charger.

Biasakan menggunakan AC charger (alternating current) dengan memanfaatkan listrik rumahan atau kantor dan sebagainya. Walau lebih memakan durasi, tapi berdampak baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi setiap setelah menggunakan mobil, biasakan selalu charge menggunakan listrik rumahan atau wall charging yang disediakan oleh Hyundai," kata Putra.

Kedua, jangan biarkan kapasitas baterai 20 persen ke bawah terlalu sering. Sebab lambat laun bisa mengurangi salah satu bagian di komponen tersebut.

Baca juga: Mobil Jadul Mau Pasang Power Window Mobil, Ini Harganya

Review Hyundai Kona Electric. SUV berpenggerak listrik dari Hyundai dengan banderol Rp 600 juta-anKOMPAS.COM / SETYO ADI Review Hyundai Kona Electric. SUV berpenggerak listrik dari Hyundai dengan banderol Rp 600 juta-an

"Kalau untuk suhu udara terlalu panas tidak masalah karena di bagian baterai ada pendinginnya. Terpenting, jangan biasakan baterai mobil 20 persen ke bawah," ucap dia.

"Terakhir paling yang bisa merusak baterai itu modifikasi kelistrikan. Sebab, penambahan suatu komponen yang di luar standar nantinya akan mempengaruhi kinerja baterai itu sendiri," kata Putra lagi.

Belum lagi, tambahnya, bila modifikasi tersebut memotong atau menyambung arus yang sudah ada.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X