BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan ExxonMobil

Awas, Perhatikan 3 Hal Ini Saat Ganti Oli Mobil!

Kompas.com - 20/05/2021, 10:58 WIB
ExxonMobil melalui merek Mobil Lubricants meluncurkan beberapa produk yang telah memenuhi standar terbaru American Petroleum Institute SP (API SP). DOK. EXXONMOBILExxonMobil melalui merek Mobil Lubricants meluncurkan beberapa produk yang telah memenuhi standar terbaru American Petroleum Institute SP (API SP).
|

KOMPAS.com - Mengganti pelumas kendaraan menjadi hal wajib yang harus dilakukan pemilik mobil. Pasalnya, seiring pemakaian mobil yang semakin intens, kualitas oli juga akan menurun.

Oleh karena itu, untuk menjaga performa tetap stabil, mesin mobil memerlukan pelumas baru secara berkala. Pelumas yang digunakan pun tak boleh asal. Pemilik mobil wajib menggunakan oli berkualitas dan sesuai spesifikasi mesin.

Selain itu, ada beberapa hal lagi yang harus diperhatikan pemilik mobil saat mengganti oli. Simak pembahasan berikut.

1. Perhatikan takaran volume oli

Pemilik mobil atau petugas di bengkel kerap menyepelekan takaran volume oli di dalam tangki penyimpanan. Pada dasarnya, oli mobil harus sesuai dengan kapasitas tangki, tak boleh lebih ataupun kurang.

Jika kelebihan, komponen mesin akan terasa lebih berat dan berpotensi jebol. Selain itu, kelebihan oli juga bisa mengganggu kinerja crankshaft atau poros engkol yang terendam oli.

Sementara itu, oli yang kurang dari takaran dapat merusak komponen karena mesin tidak mendapat cukup lumasan. Bahkan, kekurangan oli dapat berdampak lebih fatal, yakni mesin berpotensi aus dan overheat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Baut jangan sampai kendur

Langkah pertama yang harus dilakukan saat mengganti oli adalah mengeluarkan oli lama terlebih dahulu. Caranya, dengan membuka baut oil drain atau penampung oli.

Setelah oli lama keluar, tutup kembali lubang oil drain dan isi dengan oli baru. Namun, terkadang langkah memasang baut kerap disepelekan banyak orang, terutama saat melakukannya sendiri.

Baca juga: Pemilik Kendaraan Harus Tahu, Ini 5 Fungsi Oli Mesin pada Mobil

Kebanyakan dari mereka tidak menggunakan kunci torsi atau momen sehingga penampungan oli bisa saja terpasang kendur.

Diberitakan Kompas.com, Kamis (31/12/2020), baut penampungan oli yang dipasang kendur bisa berbahaya. Sebab, saat mobil melaju dan menciptakan getaran, baut akan semakin longgar. Akibatnya, tutup penampung oli jadi kendur sehingga menyebabkan kebocoran.

Baut yang dipasang terlalu kencang pun tidak dianjurkan karena baut bisa rusak dan sulit dibuka di kemudian hari.

Ilustrasi oli bocor.DOK. SHUTTERSTOCK Ilustrasi oli bocor.

3. Gunakan oli sesuai spesifikasi mobil

Pemilik mobil harus menggunakan oli sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraannya.

Karenanya, mereka perlu mengetahui secara rinci informasi tentang mesin yang ada pada buku panduan. Cara lain memahami informasi mesin adalah dengan berkonsultasi dengan orang yang lebih kompeten tentang dunia otomotif.

Hal lain yang juga perlu diketahui adalah tingkat kekentalan oli yang digunakan. Informasi atau kode tingkat kekentalan oli tersebut mengacu pada standar Society of Automotive (SAE).
Sebagai informasi, kode tersebut biasanya diawali dengan angka yang menandai suhu.

Kemudian, angka pertama diikuti kode huruf W dari kata winter yang menandakan tingkat kedinginan. Setelah huruf W, terdapat angka terakhir yang menandakan jenis kekentalan. Semakin besar angka di akhir, semakin tinggi pula kadar kekentalannya.

Baca juga: Enggak Perlu Pusing, Ini 5 Cara Mudah Merawat Mobil Selama Ramadhan

Sebagai contoh, oli dengan kode 15W-40. Artinya, tingkat kekentalan oli mencapai angka 40 dan bisa berfungsi secara optimal sampai kondisi suhu minus 15 derajat Celcius.

Selain tingkat kekentalan, Anda juga wajib mengetahui kandungan adiktif yang terkandung pada oli. Oli Mobil Super™ dari PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, misalnya. Mobil Super™ memiliki tiga varian oli dengan kandungan molekul yang membantu menambah performa mesin.

Ilustrasi oli bekerja pada mesin mobilDOK. SHUTTERSTOCK Ilustrasi oli bekerja pada mesin mobil

Pertama, Mobil Super™ Everyday Protection yang dikhususkan untuk mobil Jepang dan Korea keluaran lama. Oli ini memiliki kandungan extengine molecules untuk memberi perlindungan optimal sehingga menjadikan umur mesin jadi lebih awet dan berumur panjang.

Kedua, Mobil Super™ Friction Fighter untuk mobil Jepang dan Korea secara umum. Oli mesin ini menggunakan teknologi sintetik yang memiliki kandungan friction fighter molecules. Molekul ini dapat memberi perlindungan yang kuat untuk meredam benturan mesin mobil.

Ketiga, Mobil Super™ All-In-One Protection yang bisa digunakan untuk mobil Jepang dan Korea keluaran terbaru. Oli ini merupakan pelumas full synthetic yang dilengkapi dengan heat activated anti-wear molecules. Molekul pintar ini akan melindungi mesin mobil bahkan pada saat mesin dalam kondisi suhu yang panas.

Seluruh oli Mobil Super™ tersebut telah memenuhi standar terbaru American Petroleum Institute SP (API SP). Dengan harga terjangkau, Oli Mobil Super™ bisa didapatkan di bengkel-bengkel terdekat atau Mobil™ Official Store di Shopee, Tokopedia, dan Lazada.

Selengkapnya, kunjungi laman berikut untuk mengetahui informasi tentang oli Mobil Super™ agar mobil Anda #LebihTerawatLebihTerjangkau.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.