Kebiasaan Buruk, Tarik Setengah Kopling Saat Naik Motor

Kompas.com - 28/03/2021, 19:12 WIB
Ekspedisi Nusantara 2014 menggunakan Honda Verza, New  MegaPro FI dan CB150R StreetFire. AHMEkspedisi Nusantara 2014 menggunakan Honda Verza, New MegaPro FI dan CB150R StreetFire.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernah mengalami kondisi kampas kopling sepeda motor cepat aus padahal belum lama diganti? Padahal umumnya usia kampas kopling yang sehat mencapai 15.000 km hingga 20.000 km.

Salah satu faktor penyebab kampas kopling motor cepat aus adalah cara berkendara yang salah.

Contoh yang salah dalam mengendarai motor kopling adalah melakukan tarikan setengah kopling pada tuas.

Menarik tuas setengah kopling umumnya dilakukan oleh pengendara saat melewati tanjakan yang curam. Setengah kopling dilakukan dengan tujuan agar torsi mesin lebih maksimal.

Selain saat melewati tanjakan, beberapa pengendara melakukan tarikan setengah kopling saat mengoper gigi karena malas untuk menarik tuas kopling secara penuh.

Baca juga: Ngeri, Ular Bersarang di Bodi Skutik, Bagaimana Mencegahnya?

Konvoi yang dilaksanakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) dan jaringannya ini melintasi jalur Hotel The Radiant - Jalan Cirebon-Kuningan ? Jalan Baru -  Sangkan hurip Hot Spring - Bandorasa - Jalan Raya Jalaksana ? Jalan Linggarjati dan finish di Museum Linggarjati, Kuningan.KOMPAS.com Konvoi yang dilaksanakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) dan jaringannya ini melintasi jalur Hotel The Radiant - Jalan Cirebon-Kuningan ? Jalan Baru - Sangkan hurip Hot Spring - Bandorasa - Jalan Raya Jalaksana ? Jalan Linggarjati dan finish di Museum Linggarjati, Kuningan.

"Saat akan melewati tanjakan, kita harus sudah mempersiapkan kendaraan kita. Turunkan perseneling ke gigi rendah sebelum tanjakan sehingga kendaraan memiliki tenaga yang cukup dengan transmisi yang tepat," kata Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC) saat dihubungi Kompas.com pada Minggu (28/3/2021).

Saat tuas kopling hanya tertekan setengah, beban kerja kampas kopling lebih besar karena tidak renggang sempurna.

Otomatis akan mengakibatkan kampas cepat menipis karena bergesekan dengan pelat kopling.

"Kebiasaan gantung kopling atau menarik setengah tuas kopling bisa menyebabkan kopling selip dan akhirnya menyebabkan kerusakan kopling. Selain itu, kebiasan ini tentu saja membuat kampas kopling cepat aus," kata Marcell lebih lanjut.

Selain menarik setengah tuas kopling, sistem kopling juga bisa cepat rusak saat menarik tuas terus-menerus padahal kondisi motor sedang berhenti. Hal ini karena sistem kopling bekerja saat motor berjalan.

Oleh karena itu, saat berhenti di lampu merah lebih baik perseneling dikondisikan pada posisi netral.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X