Benarkah Wanita Lebih Konsen Saat Berkendara Dibanding Pria?

Kompas.com - 19/03/2021, 18:11 WIB
Ilustrasi berkendara di bulan puasa AFP PHOTO/FAYEZ NURELDINEIlustrasi berkendara di bulan puasa

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini wanita yang mengemudikan mobil bukan lagi menjadi hal yang tabu. Apalagi di kota besar, populasi pengemudi wanita mungkin saja hampir sama banyaknya dengan pria.

Meski wanita kerap dikatakan sebagai makhluk yang multitasking saat berkendara, namun ternyata pria lebih mudah terdistraksi dibandingkan dengan wanita. Apalagi jika kondisi jalan dirasa begitu membosankan.

Baca juga: Mitsubishi Sedikan 23 Bengkel Uji Emisi Bersertifkat

Dilansir dari The Drive, hasil penelitian yang dilakukan Smith’s Lawyers, mengatakan bahwa pengendara pria lebih rentan melakukan kegiatan lain saat mengemudi. Rata-rata, kegiatan yang sering dilakukan adalah menonton video.

Lebih dari 70 persen dari 2.214 pengendara mobil dengan rentang usia 18 sampai 65 tahun mengaku telah melakukan aktivitas lain saat sedang berkendara.

Hal ini berdasarkan faktor, perjalanan yang membosankan, ada masalah pekerjaan, mengantuk, hingga budaya, atau kebiasaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil survei juga membuktikan pengendara lebih rentan terdistraksi melakukan kegiatan lain saat mengemudi.

Aktivitas bermain game Pokemon Go sambil mengemudikan mobil sama saja menantang bahaya.www.cnet.com Aktivitas bermain game Pokemon Go sambil mengemudikan mobil sama saja menantang bahaya.

Pengendara pria 22 persen lebih sering mengggunakan smarthphone dan 70 persen lebih banyak menonton video sambil berkendara dibanding wanita. Selain itu, 26 persen pria lebih sering terpecah konsentrasinya melihat ke arah perjalan kaki daripada wanita.

Meski demikian, ada satu hal yang sama-sama sering membuat pria dan wanita kehilangan fokus saat berkendara, yakni mengonsumsi makanan dan minuman. 58,9 persen pengendara pria dan 58,2 persen pengendara wanita mengakui hal ini.

National Highway Traffic Safety Administrations (NHTSA) mengungkapkan, kemungkinan terjadinya kecelakaan meningkat sebanyak 80 persen saat seseorang mengemudi sembari makan ataupun minum.

Baca juga: Royal Enfield Interceptor 650 Pecahkan Rekor, Tembus 212 Kpj

Terkait hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengungkapkan pendapatnya, ia membenarkan bahwa ada momen tertentu dimana manusia memiliki gagal fokus baik pria maupun wanita.

“Seperti sembari makan ataupun minum, melihat pemandangan diluar yang menjadi kesenangannya atau gangguan-gangguan yang terjadi dalam kabin (suara riuh, wangi-wangian, bahkan audio),” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com.

Maka disarankan, apabila sudah tidak bisa fokus dan ingin melakukan sesuatu seperti makan ataupun minum, sebaiknya hentikan laju mobil sejenak agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan bagi pengemudi maupun penumpang.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.