Cerita Sean Galael Setelah Memenangkan Race 3 ALMS Abu Dhabi

Kompas.com - 20/02/2021, 17:32 WIB
 Pebalap asal Indonesia, Sean Gelael, dan rekannya, Tom Blomqvist (Inggris). RILIS Pebalap asal Indonesia, Sean Gelael, dan rekannya, Tom Blomqvist (Inggris).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sean Gelael bersama tim JOTA berhasil memenangkan Race 3 Asian Le Mans Series di Abu Dhabi, Sabtu (20/2/2021). Dari total 4 jam balap, Sean berada di kemudi sekitar 3 jam 10 menit tanpa henti.

Rekan balap Sean dari Inggris Tom Blomqvist melakukan start yang baik. Selama membalap 50 menit, Tom berhasil melaju sampai posisi terdepan dan selanjutnya bergantian dengan Sean yang membawa mobilnya sampai selesai balapan.

" Balapan kemarin, Tom memiliki start yang sangat bagus, tim JOTA sendiri juga sangat bagus dalam melakukan pit stop yang cepat," ucap Sean dalam konferensi online Tim Jagonya Ayam, Sabtu (20/2/2021).

Baca juga: Beli Motor Bisa DP 0 Persen, Ini Tanggapan Kawasaki dan Honda

Sean Gelael saat beraksi di Race 2 Asian Le Mans Series di Dubai Autodrome, Minggu (14/2/2021).RILIS Sean Gelael saat beraksi di Race 2 Asian Le Mans Series di Dubai Autodrome, Minggu (14/2/2021).

Sean mengatakan, balapan ini merupakan salah satu yang paling sulit yang pernah dia lakukan. Mengingat Sean balapan lebih dari 3 jam, sangat sulit untuk menjaga konsistensi.

"Paling penting yang kita pelajari dari tiga balapan kemarin adalah strategi dan menghemat bahan bakar. Kalau kita lihat pace kita mirip dengan yang lain, namun yang bisa kita buat adalah menghemat bahan bakar tadi," kata Sean.

Tom sendiri berhasil menghemat bahan bakar dan menambah satu lap. Dengan begitu, tim JOTA bisa memimpin balapan. Begitu juga yang dilakukan Sean, dia bisa menghemat bahan bakar sehingga bertahan lebih lama di sirkuit.

Baca juga: Pembebasan PPnBM, Daihatsu Sebut Penjualan di Februari Bakal Turun

"Strategi fuel saving ini ada perbedaan yang besar karena kita bisa bertahan satu-dua lap lebih lama. Kerja yang sangat baik dari tim dan strategi dengan mentargetkan driver menghemat bahan bakarnya dan tetap memiliki catatan waktu yang kompetitif," ucapnya.

Sean juga mengatakan, hal yang sulit bukan dari membalap tiga jam, tetapi posisi tubuh yang stagnan selama waktu tadi. Setelah selesai balapan, Sean mengalami banyak kram di tubuhnya, selain itu bangkunya juga belum sempurna bentuknya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X