Kenali Plus-Minus Beli Mobil Bekas dan Cara Meminimalisir Kerugian

Kompas.com - 08/02/2021, 15:12 WIB
Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock) Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil bekas masih menjadi salah satu alternatif masyarakat Indonesia untuk memiliki kendaraan roda empat dengan harga terjangkau. Apalagi, kini pilihannya di pasar sangat beragam.

Kendati demikian, membeli mobil bekas yang tepat untuk bisa digunakan sehari-hari bukan perkara mudah walau kendaraan terkait masih berusia muda.

Layaknya semua pilihan, pasti memiliki nilai positif yang tentu saja diikuti dengan konsekuensi negatif. Perlu kesadaran akan hal itu, bukan hanya untuk antisipasi dan mereduksi efek buruk, tapi juga jauh dari kata menyesal.

Baca juga: Awal 2021 Harga Honda Jazz dan Toyota Yaris Bekas Mulai Rp 85 Jutaan

Lapak Mobil tawarkan jasa titip jual mobil bekas di WTC Mangga Dua.KOMPAS.COM/STANLY RAVEL Lapak Mobil tawarkan jasa titip jual mobil bekas di WTC Mangga Dua.

"Jika dibandingkan dengan mobil baru, dari segi nilai saya bilang bahwa mobil bekas pasti di bawah yang baru. Bakal menguntungkan bila mobil yang kita beli belum berubah modelnya (facelift atau All-new)," ujar Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer kepada Kompas.com belum lama ini.

"Sebab, kita bisa mejeng dengan model sama (umur 2-3 tahun) dan belinya lebih murah dibanding yang baru," lanjut dia.

Selain itu, mobil bekas pada fase tertentu juga harganya bisa stagnan atau depresiasi tak tinggi. Jadi saat dijual kembali, maka penurunan harga tidak begitu jauh dari saat beli.

“Jadi sederhananya tidak begitu terpukul banyaknnya penurunan di harga jual kembali,” katanya.

Namun Fischer melanjutkan, bahwa membeli mobil bekas juga ada risiko karena bagaimanapun, jenis kendaraan ini sebelumnya sudah pernah digunakan orang lain yang karakternya berbeda-beda.

Baca juga: SUV Bekas Mulai Rp 50 Jutaan, Jadi Pilihan untuk Terjang Banjir

Mobil bekas di WTC Mangga DuaKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Mobil bekas di WTC Mangga Dua

“Mobkas pasti ada risikonya, namanya juga bekas pakai orang lain. Risiko terbesarnya mobkas ada di kualitas mobil sehingga harus cerdas ketika akan membelinya. Kalau kita salah pilih, mobil nantinya kebanyakan ada di bengkel dibanding dipakai,” ucap Fischer.

“Selain itu, risiko lainnya adalah kalau-kalau kendaraan tersebut ternyata hasil curian, atau tersangkut kasus pidana lainnya,” tambah dia.

Oleh karenanya, penting untuk para pembeli memilih diler atau pedagang mobil bekas yang terpercaya agar masalah terkait bisa ditekan. Tak lupa sertakan pula teknisi ketika hendak menggarasikan mobil bekas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X