Jakarta-Bali Pakai Mobil Listrik Cuma Rp 200.000, Ini Simulasinya

Kompas.com - 04/01/2021, 14:02 WIB
Ilustrasi Hyundai Ioniq KOMPAS.com/RulyIlustrasi Hyundai Ioniq

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengklaim mobil listrik sangat bermanfaat dan ekonomis, saat digunakan dalam aktivitas sehari-hari dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).

Hal ini dibuktikannya melalui uji jalan kendaraan listrik dari Jakarta ke Bali yang umumnya menghabiskan biaya sampai sekitar Rp 1,1 juta untuk membeli BBM, kini tereduksi menjadi Rp 200.000 saja.

"Mobil listrik memiliki banyak manfaat selain manfaat ekonomi, karena lebih murah. Dari Jakarta ke Bali, kalau biaya BBM untuk mobil mencapai Rp 1,1 juta, dengan mobil listrik hanya Rp 200 ribu," kata Erick pada laman Instagram resminya, Minggu (3/1/2021).

Baca juga: Jakarta-Bali Habis Rp 200.000, Ini Spesifikasi Mobil Listrik yang Dipakai Erick Thohir

Ilustrasi pemanfaatan SPKLU di PLN menggunakan Hyundai IoniqKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi pemanfaatan SPKLU di PLN menggunakan Hyundai Ioniq

Lantas, benarkah demikian? Bila melihat spesifikasi mobil listrik yang digunakan, klaim tersebut besar kemungkinan benar adanya. Sebab, Hyundai Ioniq dalam pengisian penuh bisa menempuh jarak sejauh 373 kilometer.

Adapun kisaran jarak perjalanan Jakarta ke Bali via darat, menurut aplikasi penunjuk arah, ialah 1.155 kilometer. Maka, secara kasar mobil perlu berhenti untuk mengisi daya listrik sebanyak tiga sampai empat kali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun tarif pengisian daya kendaraan listrik, menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ialah sekitar Rp 1.650 per kWh sampai Rp 2.466,7 per kWh.

Hal ini berdasarkan penghitungan dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 tahun 2020, di mana tarif isi daya kendaraan listrik mengacu pada kategori tarif layanan khusus dengan rumus Rp 1.650 per kWh x N.

Baca juga: Syarat dan Tarif Perpanjangan SIM di Satpas Keliling Jakarta

Tarif pengisian kendaraan listrik di SPKLU PLN DisjayaKOMPAS.com/Ruly Tarif pengisian kendaraan listrik di SPKLU PLN Disjaya

Sehingga, tarif tiap pengisian kendaraan listrik adalah sekitar Rp 1.650 per kWh sampai Rp 2.466,7 per kWh tergantung besaran voltase dan biaya tambahan lainnya (pajak).

Tetapi, menurut pengalaman tim redaksi Kompas.com saat melakukan tes mobil listrik, tarif pengisian daya kendaraan listrik di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) PLN DKI Jakarta hanya Rp 1.300 per kWh.

Dengan mengasumsikan pengisian daya kendaraan listrik di tiap 35 kW, karena tak mungkin menunggu baterai mobil habis sepenuhnya sebelum dicas (kapasitas baterai mobil 38,3 kW), biaya yang dikeluarkan adalah Rp 45.500 sampai Rp 86.310.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.