Ini Penyebab Nissan Mengalami Kerugian Besar

Kompas.com - 03/01/2021, 18:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.comNissan mengakui melakukan sejumlah kesalahan yang membuat perusahaan merugi. Salah satu alasan yang membuat Nissan mengalami kerugian dalam beberapa tahun terakhir terjadi karena kesalahan strategi bisnis.

Ashwani Gupta, COO Nissan Motor Corporation, mengatakan, kesalahan ini terjadi di bawah kepemimpinan Carlos Ghosn.

Sosok Ghosn dinilai kontroversial karena dituduh membuat laporan hasil pendapatan yang diperkecil serta memasukkan hutang pribadi ke rekening tempatnya bekerja.

Baca juga: Mitsubishi Siap Hadirkan SUV Listrik e-Evolution

Nissan Note e-PowerNissan Global Nissan Note e-Power

Akan tetapi, Ghosn juga seseorang yang mampu menyelamatkan Nissan dari kebangkrutan. Bahkan membuat aliansi tiga perusahaan di bawah Renault-Nissan-Mitsubishi.

Kala itu, pabrikan yang bermarkas di Yokohama, Jepang, ini menargetkan mampu mencapai 8 persen pangsa pasar global dan 8 persen margin keuntungan.

Tapi kenyataannya, pangsa pasar Nissan hanya meraih 5,8 persen. Nissan juga mengalami kerugian biaya operasional 40 juta yen, serta kehilangan 671 juta yen pada tahun fiskal berikutnya.

Baca juga: Cerita Ribuan Kendaraan Dipaksa Putar Balik Saat Menuju Puncak

Test drive Nissan Kicks e-Power ke CiletuhKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Test drive Nissan Kicks e-Power ke Ciletuh

Gupta menilai, kerugian yang dialami perusahaan turut disumbang karena Nissan bertahan dengan model-model lama.

Akibatnya mobil Nissan tidak laku di pasaran, lantaran produk-produk yang tersedia kurang kompetitif.

“Kami melangkah terlalu cepat untuk berkembang di dunia, dengan harapan pasar mobil global akan tumbuh dan kinerja penjualan kami akan sangat baik, namun kedua hal tersebut tidak terjadi,” ujar Gupta, kepada Car Magazine, seperti dilansir (3/1/2021).

Baca juga: Biar Tak Salah, Ini Arti Marka yang Ada di Jalan

Nissan Terra model baru resmi diluncurkan untuk pasar Timur Tengah pada November 2020.https://www.nissan-me.com/ Nissan Terra model baru resmi diluncurkan untuk pasar Timur Tengah pada November 2020.

“Banyak line-up Nissan yang tidak bisa bersaing di pasar. Semua tergantung investasi, kalau tidak ada modal maka tidak punya model baru. Jadi, mari berpikir rasional,” katanya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.