Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhub Bakal Cegat Truk ODOL di Tol dan Fasilitas Penyeberangan

Kompas.com - 15/12/2020, 18:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal fokus menertibkan kendaraan dengan muatan dan dimensi berlebih atau truk ODOL (over dimension over load) menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal ini dilakukan untuk memperlancar lalu lintas angkutan jalan raya, termasuk fasilitas penyeberangan antar pulau pada libur Nataru.

Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, pun menegaskan akan melarang truk ODOL menggunakan fasilitas penyeberangan selama periode tersebut.

Baca juga: Hitungan Hari, Nissan Magnite Siap Mengaspal di Tanah Air

Truk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home.Istimewa Truk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home.

Untuk membantu pengawasan dan kelancaran pelayanan pada masa libur Nataru, Kemenhub melalui Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) bakal menyiagakan 600 personel.

Budi juga mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah regulasi dan upaya agar truk ODOL tidak masuk ke pelabuhan penyeberangan.

Menurutnya, Badan Pengelola Transportasi Darat akan ikut menindak tegas peredaran truk ODOL jelang akhir tahun ini.

Baca juga: Gegara Lampu Hazard, Pengendara Motor Hampir Tertabrak Bus

Kemenhub berupaya memastikan angkutan logistik tidak boleh stop beroperasi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.Kemenhub Kemenhub berupaya memastikan angkutan logistik tidak boleh stop beroperasi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Ada beberapa opsi untuk penanganan ODOL agar tidak masuk ke dermaga,” ujar Budi di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

“Salah satunya meningkatkan pengawasan di jalan tol, jadi diharapkan transaksi di Merak sudah clear tidak ada ODOL,” katanya.

Selain menugaskan BPTD untuk mengatur di lapangan, Budi juga bakal berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar peredaran truk ODOL bisa menjadi perhatian dan bisa meminimalisir dampak negatif yang bisa terjadi.

“Kami juga sudah meminta kepada para operator dan pelaku usaha agar tertib sesuai dengan regulasi,” kata Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.