Kemenhub Bakal Cegat Truk ODOL di Tol dan Fasilitas Penyeberangan

Kompas.com - 15/12/2020, 18:01 WIB
Sejumlah kendaraan antre memasuki kapal ferry di Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (24/12/2019) dini hari. GM PT ASDP Merak Solikin mengatakan mulai H-5 hingga H-1 libur natal, jumlah penumpang pejalan kaki yang telah menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak mencapai 227.211 orang sedangkan jumlah kendaraan bermotor sebanyak 36.477 unit baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRSejumlah kendaraan antre memasuki kapal ferry di Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (24/12/2019) dini hari. GM PT ASDP Merak Solikin mengatakan mulai H-5 hingga H-1 libur natal, jumlah penumpang pejalan kaki yang telah menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak mencapai 227.211 orang sedangkan jumlah kendaraan bermotor sebanyak 36.477 unit baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal fokus menertibkan kendaraan dengan muatan dan dimensi berlebih atau truk ODOL (over dimension over load) menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal ini dilakukan untuk memperlancar lalu lintas angkutan jalan raya, termasuk fasilitas penyeberangan antar pulau pada libur Nataru.

Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, pun menegaskan akan melarang truk ODOL menggunakan fasilitas penyeberangan selama periode tersebut.

Baca juga: Hitungan Hari, Nissan Magnite Siap Mengaspal di Tanah Air

Truk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home.Istimewa Truk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home.

Untuk membantu pengawasan dan kelancaran pelayanan pada masa libur Nataru, Kemenhub melalui Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) bakal menyiagakan 600 personel.

Budi juga mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah regulasi dan upaya agar truk ODOL tidak masuk ke pelabuhan penyeberangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, Badan Pengelola Transportasi Darat akan ikut menindak tegas peredaran truk ODOL jelang akhir tahun ini.

Baca juga: Gegara Lampu Hazard, Pengendara Motor Hampir Tertabrak Bus

Kemenhub berupaya memastikan angkutan logistik tidak boleh stop beroperasi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.Kemenhub Kemenhub berupaya memastikan angkutan logistik tidak boleh stop beroperasi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Ada beberapa opsi untuk penanganan ODOL agar tidak masuk ke dermaga,” ujar Budi di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

“Salah satunya meningkatkan pengawasan di jalan tol, jadi diharapkan transaksi di Merak sudah clear tidak ada ODOL,” katanya.

Selain menugaskan BPTD untuk mengatur di lapangan, Budi juga bakal berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar peredaran truk ODOL bisa menjadi perhatian dan bisa meminimalisir dampak negatif yang bisa terjadi.

“Kami juga sudah meminta kepada para operator dan pelaku usaha agar tertib sesuai dengan regulasi,” kata Budi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.