Soal Skema Swap Baterai, United Tunggu Pemerintah

Kompas.com - 15/12/2020, 16:41 WIB
Motor Listrik United T1800 KOMPAS.com/GilangMotor Listrik United T1800
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai pemain baru di motor listrik, United lebih fokus menawarkan spesifikasi charger baterai yang mumpuni ketimbang memikirkan sistem swap alias tukar pakai baterai.

Seperti diketahui, United baru saja meluncurkan motor listrik United T1800. Motor menggunakan dinamo 60V 1800W besutan Bosch yang disokong baterai Lithium ion berkapasitas 60V 28Ah.

Manager E-Motor Division PT Terang Dunia Internusa (TDI) Awan Setiawan, mengatakan, dengan charger berspesifikasi 15 ampere saat ini pihaknya mendorong konsumen melakukan pengisian mandiri.

Baca juga: Swap Baterai Masih Rumit, Gesits Andalkan Sistem Cas Mandiri

First ride United T1800Foto: APHIT McKlein First ride United T1800

"Untuk saat ini kita memang lebih memfokuskan charging untuk di rumah. Kita sudah membuat charger dengan spesifikasi yang cukup bagus yang bisa mempercepat charging," katanya di Serpong belum lama ini.

Saat ini swap baterai digadang sebagai solusi tantangan penggunaan motor listrik. Sebab dengan sistem tukar pakai pengguna tidak perlu khawatir akan mogok jika di jalan kehabisan daya baterai.

"Sebagai informasi, di Indonesia, ini mungkin ada empat, pertama ialah charging di rumah, kantor, dan fast charging dan ultra charging. Saat ini semua motor listrik masih menggunakan charging untuk di rumah maupun di kantor," katanya.

"Soal waktu pengisiannya juga kurang lebih hampir sama yaitu 4-8 jam tergantung dari spesifikasi charger-nya sendiri, yaitu berapa ampere-nya, sebab ampere akan berpengaruh seberapa cepat pengecasan baterai," kata Awan.

Motor listrik United T1800Foto: APHIT McKlein Motor listrik United T1800

Secara implisit, United belum terpikir berinisiatif memulai skema swap baterai. Alasannya bisa banyak, tapi salah satunya ialah investasi yang cukup besar untuk membuat infrastuktur sendiri.

Hal ini pernah diungkap oleh Abdullah Alwi, GM Sales dan Marketing PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) prinsipal Gesits, yang mengatakan, pihaknya masih mengandalkan konsep isi daya sendiri.

Baca juga: United Sebut Biaya Charging Harian T1800 Tak Sampai Rp 3.000

Abdullah mengatakan, konsep swap baterai butuh investasi yang besar, sedangkan dengan jumlah peredaran motor yang belum terlalu banyak hal itu masih sulit dilakukan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X