Berlaku Sepekan, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Underpass Senen Extension

Kompas.com - 02/12/2020, 15:23 WIB
Suasana pembangunan Underpass Senen Extension, Senen, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020). Pembangunan Underpass Senen Extension ini dimulai sejak 1 Januari 2020, dan rencananya akan selesai 30 Desember 2020. KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOSuasana pembangunan Underpass Senen Extension, Senen, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020). Pembangunan Underpass Senen Extension ini dimulai sejak 1 Januari 2020, dan rencananya akan selesai 30 Desember 2020.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta kembali melakukan rekayasa lalu lintas di Simpang Senen selama tujuh hari sehubungan dengan uji coba tahap kedua Underpass Senen Extension.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan, rekayasa tersebut dilakukan pada 2-9 Desember 2020 selama sehari penuh.

"Untuk menunjang uji coba Underpass Senen Extension, dilakukan rekayasa atau pengaturan lalu lintas di lokasi mulai hari ini," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/12/2020).

Baca juga: Ingat, Mengisi BBM di SPBU Tidak Perlu Turun dari Mobil

Sejumlah pengendara kendaraan melintas di samping proyek pembangunan Underpass Senen Extension di kawasan Senen, Jakarta, Minggu (3/5/2020). Meski dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19, proyek yang menelan anggaran mencapai Rp 121,1 miliar dan ditargetkan selesai pada Desember 2020 ini diharapkan dapat mengurai kemacetan di kawasan tersebut.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Sejumlah pengendara kendaraan melintas di samping proyek pembangunan Underpass Senen Extension di kawasan Senen, Jakarta, Minggu (3/5/2020). Meski dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19, proyek yang menelan anggaran mencapai Rp 121,1 miliar dan ditargetkan selesai pada Desember 2020 ini diharapkan dapat mengurai kemacetan di kawasan tersebut.

Sebelumnya, uji coba serupa pernah dilakukan pada 9 November 2020 lalu selama dua hari. Hanya saja, kala itu pemberlakuannya pada waktu tertentu saja yakni pagi dan sore hari.

Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta disebut akan memantau kondisi lalu lintas maupun perilaku pengendara, yang kemudian menjadi bahan evaluasi sebelum pengoperasian permanen Underpass Senen Extension.

Dengan underpass ini, maka pengendara dari arah Jalan Letjend Suprapto bisa langsung tembus ke Jalan Senen Raya tanpa harus melalui lampu lalu lintas di persimpangan Senen.

Baca juga: Melihat Lebih Detail Bus Medium Bermesin Belakang Pertama di Indonesia

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by DISHUB PROVINSI DKI JAKARTA (@dishubdkijakarta)

Berikut rincian rekayasa lalu lintas di Simpang Senen:

1. Arus lalu lintas dari Tugu Tani/Kwitang (dari arah Barat) menuju ke Cempaka Putih/Pulogadung (menuju arah Timur) dan Salemba (menuju arah Selatan) bisa dilalui oleh angkutan umum atau kendaraan pribadi.

2. Arus lalu lintas dari arah Cempaka Putih (dari arah Timur) menuju Tugu Tani/Kwitang (menuju arah Barat) hanya bisa dilalui bus Transjakarta.

3. Arus lalu lintas dari Cempaka Putih (dari arah Timur)dilarang putar balik di Simpang Senen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X